Harry Potter - Golden Snitch

Google+ Badge

Selasa, 21 Desember 2010

ISYARAT KEILMUAN PERISTIWA ISRA’MI’RAJ


Apabila kita menelaah peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW dari aneka perpektif, akan segera menangkap isyarat-isyarat keilmuan yang terkait yang harus di contoh atau paling tidak dijadikan sebagai stimulant menciptakan culture islami. Adapun isyarat ilmu yang terkait dengannya antara lain ilmu pengetahuan dan teknologi, filsafat, psikologi dan pendidikan.

1.        ISYARAT ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI
Peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW sebenarnya memberikan isyarat diciptakannya ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Peristiwa Isra’ Mi’raj minimal mengandung dua isyrat ilmu pengetahuan dan teknologi. Pertama ialah mi’rojnya Rasulullah start mulai dari masjid Al Aqsho menuju Sidrotul Muntaha tidak sampai semalam. Peristiwa ini benar-benar sensasi saat itu. Manusia belum pernah mambayangkan bakal ada manusia yang mampu menerobos angkasa luar (outer space) meskipun dengan peralatan apalagi tanpa peralatan sama sekali. Kedua ialah kebenaran jawaban Nabi pasca Isra’ Mi’raj terhadap pertanyaan kaum musyrik karena Allah telah memvisualisasikan gambar masjid Al Aqsho dihadapan pandangan rasulullah SAW. Penayangan gambar melalui TV bukan kejadian baru lagi dalam era modern, tetapi masa kehidupan Nabi merupakan peristiwa yang belum pernah dilihat indera manusia.

2.      ISYARAT FILSAFAT
Mengingat peristiwa isro’mi’roj sebagai suatu kejadian unik, tidak mengherankan jika timbul penolakan dari kaum paganis. Sisi lain, pertanyaan orang-orang kafir yang diajukan kepada Nabi Muhammad SAW. dapat dijawab semuanya dengan tepat sehingga tidak ada alasan untuk menyangkal. Sementara dikalangan sahabat Nabi, mulanya timbul kontroversial antara kelompok yang pro dan setengah kontra. Bersikap pro harus berhadapan dengan suatu keanehan yang belum pernah dikhayalkan sedang yang bersikap kontra harus berhadapan dengan kebenaran jawaban yang diutarakan Nabi.
Inspirasi filosofis dari peristiwa Isra’ Mi’raj terwujud dalam perbedaan pendapat yang cukup tajam dikalangan ‘ulama tentang esensi Nabi Muhammad ketika Isra’ Mi’raj itu. Apakah yang mi’roj itu Nabi Muhammad dalam bentuk lengkap dan konkret atau dalam bentuk abstraknya.

3.      ISYARAT PSIKOLOGI
Disamping peristiwa Isra’ Mi’raj sebagai mukjizat Nabi Muhammad SAW, dari segi psikis merupakan batu ujian yang tidak kalah berat dari bentuk ujian-ujian lainnya. Karena berita aneh ini. Sikap kaum musyrik menjadi ganas dan membabi buta, menuduh dan mengejek Nabi Muhammad.
Disaat inilah terjadi ujian berat, mengklaim mental dan ketahanan jiwa sebab disamping mendapat tantangan keras dari kaum musyrik juga kurang mendapat dukungan dari dalam. Ditambah lagi sebelumnya Nabi telah mengalami kegundahan dan kesedihan hati karena ditinggalkan pamannya, isterinya dan keluarganya diboikot ekonomi.
Sikap ini sebagai isyarat keilmuan dibidang psikis yaitu ketahanan Nabi Muhammad sebagai pejuang dalam menghadapi berbagai hinaan dan ejekan akibat peristiwa Isra’ Mi’raj.

4.      ISYARAT SOSIOLOGI
Dimasa kehidupan Nabi Muhammad SAW, manusia sudah tersebar luas diseluruh dunia yang memiliki cirikhas dan karakteristik masing-masing. Tidak ada manusia dalam komunitas yang benar-benar homogen walaupun sepasang dua anak kembar. Inilah yang disebut sebagai personalitas yang membedakan antara satu individu satu dengan individu lainnya.
Praktek metode tersebut telah didemonstrasikan Rosulullah pasca Isra’ Mi’raj seperti sikapnya yang lemah lembut tidak memaksa, tidak emosi dan sabar dalam mengahadapi kaum musyrik dan para sahabat-sahabatnya
Setelah menerima kebenaran Isra’ Mi’raj dengan kesadaran dirinya sendiri, mereka laksana pasukan serdadu yang siap tempur menghadapi musuh. Keberhasilan Muhammad dalam menyadarkan dan menyakinkan sahabat-sahabatnya untuk menyakinkan kebenaran Isra’ Mi’raj membuktikan beliau memiliki kelihaian menyelami kesadaran masyarakat yang variatif tanpa menyinggung perasaan mereka sama sekali.

5.      ISYARAT ILMU PENDIDIKAN
Peristiwa Isra’ Mi’raj mengadung empat kali pendidikan yaitu:
Pertama, dalam perjalanan dari masjid Al Haram menuju masjid Al Aqsho kemudian mi’roj ke langit, Nabi Muhammad didampingi malaikat Jibril. Dalam perjalanan ini Nabi Muhammad bertemu dengan berbagai macam kejadian aneh. kejadian itu ditanyakan kepada malaikat Jibril, kemudian Jibril menjawab dengan panjang lebar. Dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa malaikat Jibril telah mendidik Nabi Muhammad SAW.
Kedua, sewaktu Nabi Muhammad menghadap disisi Allah. Pertemuan itu menghasilkan suatu kewajiban yang vital dalam komponen ibadah. Allah mewajibkan Nabi Muhammad dan para umatnya untuk melaksanakan sholat lima waktu sehari semalam. Ini mengandung arti bahwa Allah telah mendidik Nabi Muhammad.
Ketiga, selesai menghadap Allah, Nabi Muhammad turun dan bertemu dengan Nabi Musa As hingga terjadi dialog diantaranya. Nabi Musa As menanyakan hasil yang dicapai Nabi Muhammad SAW dalam menghadap Allah. Kemudian beliau memberitahu bahwa hasilnya adalah kewajiban sholat 50 kali sehari semalam. Berdasarkan pengalaman didalam membina umat, Nabi Musa As memandang terlalu berat lalu menyarankan agar kembali menghadap Allah SWT untuk menawarnya. Kejadian ini membuahkan kesimpulan bahwa Nabi Musa As telah memberikan bimbingan kepada Nabi Muhammad SAW karena beliau lebih dahulu membina umat.
Keempat, sebagai tahap lanjut Isra’ Mi’raj, Nabi kembali ketengah-tengah masyarakat guna memberikan hasil Isra’ Mi’raj kepada masyarakat luas baik terhadap kalangan intern maupun kalangan ekstern yang dikenal sebagai penentang kebenaran Illahi. [1]


[1] Drs.Mujamil,Kontribusi Islam Terhadap Peradaban Manusia.( Solo : Ramdhani,1993 ),hlm.52-57

Artikel Terkait :

3 komentar:

nova fms mengatakan...

subhanallah.... :)

nova fms mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
nova fms mengatakan...

:a:

Posting Komentar

Banner Link Sahabat