Harry Potter - Golden Snitch

Google+ Badge

SEPUTAR ISLAM



KESEIMBANGAN USAHA DUNIA DAN UKHROWI


عن انس قال : قال رسول الله صلي الله علليه وسلم ليس بخيركم من ترك دنياه لاخرته ولا اخرته لدنياه حتي يصيب منهمما جميعا فان الدنيا بلاغ الي الاخرة ولا تكونوا كلا علي النا س ( رواه ابن عساكر )

Artinya :
Dari Anas ra. Berkata, Rasulullah SAW bersabda “ tidak baik orang yang meninggalkan dunia untuk kepentingan akhirat saja, atau meninggalkan akhirat untuk kepentingan dunia saja, tetapi harus memperoleh kedua-duanya. Karena kehidupan dunia mengantarkan kamu menuju akhirat. Oleh karena itu jangan sekali kali kamu menjadi beban orang lain.” ( H.R. Ibnu Asakir )

Penjelasan
Hadits diatas menjelaskan bahwa Rasulullah SAW. Sangat mencela orang orang yang hanya tekun beribadah dengan tujuan agar kelak diakhirat masuk surga, tetapi mereka mengabaikan kewajiban kewajibanya sebagai makhluk hidup yang harus bertanggung jaweab atas dirinya untuk dipelihara dengan baik, kepada keluarganya untuk diberi nafkah baik lahir maupun batin, atau kepada masdyarakat dan negaranya yang menuntut peran sertanya dalam pembangunan. Dan Rasulpun mencela orang orang yang hanya tekun bekerja untuk semata mata kepentingan dunianya, sehingga ia lua sholat, puasa, zakat dan ibadah ibadah lainya. Tetapi yang dikehendaki oleh islam adalah setiap moslem harus rajin bekerja dan tekun beribadah, sehingga tercapai kebahagiaan dunuia dan akhirat, dan kalo rajin bekerja tentu orang muslim dapat hidup mandiri sehingga tidak akan menjadi beban/ tanggungan orang lain. Didalam Alqur`an dijelaskan dalam surat AL Qoshah : 77



وابتغ فيما اتك الله الدار الاخرة ولا تنس نصيبك منالدنيا واحسن كمااحسن الله اليك ولاتبغ الفساد في الارض ان الله لايحب المفسدين ( القصص : 77)

Artinya :
Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah bebuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang orang yang berbuat kerusakan.

Dalam ayat 77 surat Al Qashash ini Allah memerintahkan setiap orang mu`min untuk berupaya menciptakan keseimbangan antara mencari keperluan duniawi dan keperluan ukhrowi, dengan cara tidak meninggalkan sama sekali kesenangan dunia baik berupa makanan, minuman dan pakaian serta kesenangan kesenangan yang lain, sepanjang tidak bertentangan dengan ajaran yang telah digariskan Allah SWT, karena baik Tuhan, ataupun diri sendiri maupun keluarga, masing masing itu mempunyai hak yang harus dipenuhi oleh seorang mu`min. sabda Nabi SAW :

اعمل لدنياك كانك تعيش ابدا واعمل لاخرتك كانك تموت غدا
(رواه ابن عساكر )

“ kerjakanlah urusan duniamu seakan akan kamu akan hidup selama lamanya. Dan laksanakanlah amalan akhiratmu seakan akan kamu akan mati besuk “. (HR.Ibnu Asakir)

Ayat diatas juga memerintahkan kepada setiap mu`min untukk berbuat baik kepada orang lain dan lingkungan dengan memberi banntuan kepada orang yang memerlukan, membangun sarana umum dan turut serta memelihara lingkungan agar selalu aman dan nyaman. kemudian Allah pun pada akhir ayat itu memberi peringatan pada setiap mu`min untuk tidak membuat kerusakan dimuka bumio ini, karena tindakan ini tidak disukai oleh Allah SWT. berarti setiap mu`min harus :
1. rajin bekerja dan beramal untuk mencapai kesejahteraan hidup didunia dan kebahagiaan hidup diakherat. Keduanya harus dicapi dengan seimbang.
2. berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya, masyarakat agama dan negaranya. Dan jangan sekali kali berbuat sesuatu yang merugikan diri sendiri ataupun orang lain.
Disini dapat dipahami bahwa islam bukan agamalah yang menafikan keberadaan urusan duniawi. Islam memberikan peluang kepada pemeluknya untuk menjalankan usaha bisnisnya.
Dalam suratt Al Baqorah : 198 juga di jelaskan :
Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rezki hasil perniagaan) dari tuhanmu. Maka apabila kamu bertolak dari arofat, berdzikirlah kepada Allah di masy`arilhharam. Dan berdzikirlah (dengan menyebut ) Allah sebagaimana yang ditunjukan Nya kepadamu dan sesungguhnya kamu sebelum itu benar benar termasuk orang orang yang sesat.
Ayat ini menjelaskan bahwa musim haji sesorang tidaklah dilarang untuk berusaha, seperti berdagang dan lain lain, asal jangan menganggu tujuan yang utama, yaitu mengerjakan haji dengan sempurna. Ayat ini diturunkan sehubungan dengan keraguan umat pada permulaan datangnya islam untuk berusaha mencari rizki, sehingga banyak diantara mereka menutup toko toko diwaktu musim haji karena takut berdosa.
Diwaktu musim haji, orang orang islam merasa berdagang dipasar pasar itu berdosa lalu mereka bertanya pada Rasulullah SAW, maka turunlah ayat ini berusaha mencari rizqi yang halal selama musim haji adlah diperbolehkan selama usaha itu dilakukan secara sambilan, bukan menjadi tujuan. Yang menjadi tujuan adalah ibadah haji dengan penuh taqwa pada Allah dengan hati yang tulus dan ikhlas.
baca selengkapnya »»

0 komentar:

Posting Komentar

Banner Link Sahabat