Harry Potter - Golden Snitch
Adsense Indonesia Adsense Indonesia Adsense Indonesia Adsense Indonesia
Tampilkan postingan dengan label HIBURAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HIBURAN. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Desember 2012

Soto Daging


Pada resep kali ini bintang akan membahas cara membuat soto. Dari berbagai aneka soto kita akan menggunakan daging sapi. Serta bumbu yang diperlukan untuk membuat soto yang maknyus alias enak banget. Anda2 bisa berkreasi lebih lanjut dengan menambahkan bahan-bahan yang lain.
 
 Walaupun tidak harus, daging sapi sangat cocok digunakan untuk membuat soto. itulah sebabnya mengapa berbagai aneka resep soto pasti lebih mengutakan sapi daripada daging dari hewan yang lain. Walau begitu jika anda tidak dilarang untuk mengganti dengan daging yang lain.
Bahan Utama Soto :
  • 20 gr daging sapi has dalam,potong dadu
  • 20 gr babat sapi,potong dadu
  • 20 gr usus sapi,potong dadu
  • 3 sdm minyak goreng untuk menumis
  • 500cc air
Bahan isi:
  • 30 gr tauge, rendam dengan air panas
Pelengkap :
  • Nasi putih, air jeruk nipis, kecap manis, kerupuk udang, sambal.
Bumbu Halus:
  • 2 siung bawang merah
  • 3 cm kunyit,bakar
  • 3cm jahe
  • 1/4 sdt garam
  • 50 gr ikan bandeng tanpa tulang,goreng
  • 3 ekor udang,buang kepala dan kulit
  • 1 siung bawang putih
  • 1/4 sdt jinten,sangrai
  • 1/2 sdt lada
  • 3 buah cengkeh
Bahan taburan:
  • 1 sdm irisan daun bawang
  • 1/2 sdm irisan daun seledri
  • 2 sdm bawang merah goreng
Cara Membuat Soto Daging Sapi
  1. Siapkan wajan. Panaskan minyak. Tumis bumbu halus hingga matang dan harum. Aduk terus hingga bumbu mengering. Angkat.
  2. Siapkan panci. Didihkan air. Masukkan potongan  daging sapi da bagian lainnya. Rebus hingga air mendidih dan daging sapi setengah empuk (+/- 30 menit) diatas api kecil, buang buih yang terdapat pada kuahnya.
  3. Masukkan bumbu halus. Rebus hingga bumbu meresap +/- 15 menit.Aduk rata. Angkat.
Soto ini disajikan dengan cara : siapkan mangkuk hidang. Masukan bahan isi, siram dengan kuah dan potongan daging sapi. Bari bahan tabur seperti seledri dan bawang goreng. Sajikan panas dengan pelengkap.
Selesai sudah resep ini, sekarang anda sekeluarga dapat menikmati nikmatnya soto daging sapi yang maknyus.
baca selengkapnya »»

Rabu, 08 Desember 2010

Tradisi Dandangan di Kudus



Dandangan, nama yang aneh. Begitu kesan saya ketika pertama kali tiba di Kudus dan mengalami langsung Dandangan ini. Dandang, dalam bahasa Jawa berarti tempat (panci) dari aluminium untuk menanak air atau nasi. Mungkin oleh pencetusnya.

Tradisi ini sudah ada sejak 450 tahun yang lalu atau tepatnya zaman Sunan Kudus (Syeh Jakfar Shodiq, salah satu tokoh penyebar agama Islam di Jawa). Pada saat itu, setiap menjelang bulan puasa, rmasyarakat disekitar kota kudus datang berbondong-bondong Sebelum Bulan Puasa datang ke Masjid Menara untuk mendengarkan dan melihat ditabuhnya bedung sebagai pertanda datangnya pengumuman hari pertama puasa. ratusan santri Sunan Kudus berkumpul di Masjid Menara menunggu pengumuman dari Sang Guru tentang awal puasa. Masyarakat/Para santri tidak hanya berasal dari Kota Kudus, tetapi juga dari daerah sekitarnya seperti Kendal, Semarang, Demak, Pati, Jepara, Rembang, bahkan sampai Tuban, Jawa Timur. Karena banyaknya orang berkumpul, tradisi dandangan kemudian tidak sekadar mendengarkan informasi resmi dari Masjid Menara, tetapi juga dimanfaatkan para pedagang untuk berjualan di lokasi itu.

Para pedagang itu tidak hanya berasal dari Kudus, tetapi juga dari berbagai daerah sekitar Kudus, bahkan dari Jawa Barat dan Jawa Timur. Mereka biasanya berjualan mulai dua minggu sebelum puasa hingga malam hari menjelang puasa.

Tradisi Dandangan diadakan setiap tahun menjelang bulan Ramadhan. Menyambut bulan Ramadhan Masyarakat Kota Kudus pasti tidak akan pernah melewatkan moment Dandangan, dandangan merupakan salah satu tradisi yang digelar untuk menyambut datangnya bulan puasa dandangan biasanya di adakan disekitar masjid Menara.

Untuk memanfaatkan moment tersebut masyarakat menggelar dagangannya disekitar Masjid Menara,dan sepanjang jalan dari Simpang Tujuh sd Pasar Jember, dari makanan, pakaian, perobot rumah tangga hingga mainan anak-anak. Tak ketinggalan biasanya dalam tacara dandangan juga menampilkan hiburan-hiburan tradisional yang mampu dijadikan wahana wisata bagi masyarakat.

Acara yang berlangsung kurang lebih selama 2 minggu tersebut berlangsung sangat meriah dari siang sampai malam hari. Dan dari data yang kami dapat sekarang bukan hanya masyarakat kudus yang memanfaatkan moment Dandangan ini tetapi juga masyarakat dari luar Kota Kudus. Di dalam tradisi dandangan yang mengandung unsur religi dan budaya cukup dapat mewakili spirit kota Kota Kudus yang Modern dan Religius.

Dandangan diadakan dengan cara menggelar dagangan di lapak-lapak kaki lima selama 2 minggu menjelang Ramadhan, bahkan kadang-kadang hingga 1 minggu ramadhan. Mungkin semacam pasar malam, karena pada kenyataannya walaupun dandangan dibuka pagi hari, namun pengunjung paling ramai di malam hari. Apalagi pada malam-malam libur seperti hari jumat malam hingga minggu malam.
Ada banyak yang dijual di Dandangan ini, mulai dari barang pecah belah, makanan dan minuman, hingga furnitur alias mebel dengan kualitas standar. Berapa omzet per tahunnya saya tidak tahu, tapi yang jelas setiap tahun selalu banyak lapak yang berjualan dan semakin banyak pula yang berkunjung, baik membeli ataupun hanya melihat-lihat saja.
Sebelumnya, Dandangan ini diadakan di sekitar Jl. Sunan Kudus hingga ke Alun-alun Kudus. Tempat ini berada di dekat Masjid Sunan Kudus atau lebih dikenal dengan Masjid Menara. Namun, beberapa tahun yg lalu, Dandangan dialihkan ke halaman GOR Kudus. namun kayaknya tidak optimal/ tidak seramai di Jl. Sunan Kudus. Mungkin untuk mencegah kemacetan di pusat kota, maklum Jl Sunan Kudus adalah jalan utama di Kab Kudus. Tentu saja dengan memindahkan lokasi Dandangan, berarti pula memindahkan kemacetan. Hal ini disebabkan saking banyaknya lapak yang menjual dagangannya, dan banyak pula pengunjung yang membeli atau sekedar window shopping saja.

Bagaimanapun juga keadaan Dandangan saat ini, pelaksanaan Dandangan layak diacungi jempol. Karena dengan adanya Dandangan ini, keimanan dan perekonomian masyarakat Kudus bisa terjaga. Bagaimana tidak, kalau dengan adanya Dandangan ini, orang akan semakin menyadari -atau setidaknya ingat– bahwa Ramadhan sudah di depan mata, sehingga dapat menyiapkan diri menyambutnya (aspek keimanan); serta dengan Dandangan ini masyarakat -khususnya pedagang– dapat memperoleh penghasilan / keuntungan bagi diri dan keluarganya (aspek keluarga).

Selama Dandangan, Jalur Jepara-Demak Dialihkan

REPUBLIKA.CO.ID,DEMAK--Arus lalu lintas dari Jepara maupun dari arah Demak menuju Jepara harus melewati jalur alternatif, karena Jalur Sunan Kudus digunakan sebagai kegiatan tradisi Dandangan selama sepuluh hari untuk menyambut Ramadhan 2010.

Menurut Kepala Urusan Pembinaan dan Operasional Satuan Lalu Lintas Polres Kudus, Iptu Subakri, di Kudus, Senin, sejak 1 Agustus 2010 arus lalu lintas dari arah Jepara maupun Demak menuju Jepara disediakan jalur alternatif untuk memindahkan arus yang melewati Jalan Sunan Kudus.

Jalan alternatif yang disediakan untuk pengguna mobil pribadi maupun angkutan kota dari arah Jepara yang akan ke Kudus, dari perempatan Jember menuju Jalan HM Subckan - Jalan Kiai Nurhadi - Jalan Wahidin - Jalan Mangga ke kiri - Jalan Ramelan langsung mengarah ke Simpang Tujuh.

Sedangkan untuk bus dan truk dari arah Jepara, setelah perempatan Jember belok kiri menuju KH Asnawi - perempatan Peganjaran - Jalan Panjang - Jalan Barongan - Sunan Muria - Simpang Tujuh. "Dari arah Simpang Tujuh dapat mengambil jalur sebaliknya," ujarnya.

Sejumlah personel yang disebar di sejumlah pos maupun titik rawan kemacetan, katanya, akan memberikan petunjuk bagi pengguna jalan untuk dapat melewati jalur tersebut. "Khususnya, untuk pengguna jalan dari luar kota yang mungkin belum mengetahui ruas jalan yang ada di Kota Kudus," ujarnya.

Sedangkan jumlah personel gabungan yang diterjunkan selam
a perayaan tradisi Dandangan untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan, yakni sekitar 1.200 personel.
Tim gabungan yang akan terlibat dalam pengamanan ini, yakni Polres Kudus, Satpol PP, Dishubkominfo, dan Kodim.

Jumlah tersebut dibagi sela
ma sepuluh hari penyelenggaraan Dandangan sejak 1 hingga 11 Agustus 2010. "Setiap harinya akan disiapkan sekitar 120 personel gabungan," ujar Kabag Ops AKP Yanu Wartono.

Keterlibatan ratusan personel tersebut, kata dia, bertujuan untuk menciptakan rasa aman bagi pengunjung maupun warga se
kitar selama penyelenggaraan kegiatan tersebut berlangsung. "Kami juga ingin memastikan perayaan Dandangan berlangsung lancar dan aman tanpa ada gangguan," ujarnya.


Saat ini, tradisi yang bernuansa budaya dan berumur ratusan tahun tersebut berubah menjadi kegiatan yang bersifat ekonomi dengan menggelar kegiatan pasar malam selama 10 hari menjelang Ramadhan. Pemkab Kudus juga menyelenggarakan kirab menuju kawasan Menara dengan mengenakan berbagai macam kostum yang menggambarkan kekayaan kebudayan Kudus jelang Ramadhan.





baca selengkapnya »»

Rabu, 10 Desember 2003

Animasi Upin Ipin



“Kesuksesan 'Upin & Ipin' dimulai ketika mengikuti Festival Film Cannes di Perancis”
Siapa yang tak kenal serial animasi asal Malaysia 'Upin & Ipin'? Ceritanya yang sederhana, mendidik dan menjunjung etika sopan santun, menjadi salah satu tontonan favorit anak-anak, bahkan orang dewasa di Indonesia. Tapi apakah anda mengetahui kalau kisah dua bocah gundul itu ternyata diproduseri oleh seseorang yang pernah kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB)?

Namanya Burhanudin Radzi pria yang kini usianya di atas 50 tahun tersebut pernah menimba ilmu jurusan Teknik Perminyakan di ITB sekitar tahun 1980-an. Namun ia hanya kuliah selama 1,5 tahun hingga akhirnya memutuskan pindah karena alasan pribadi.

Burhan, demikian ia biasa dipanggil, memiliki Les' Copaque, perusahaan yang bergerak di bidang animasi, kreatif dan film. Bersama istrinya Ainon Bte Ariff dan sejumlah stafnya, mereka menciptakan kisah dan karakter untuk seial 'Upin & Ipin' sekitar empat tahun lalu.
Serial animasi asal Malaysia ‘Upin & Ipin’ ternyata diproduseri oleh seseorang yang pernah kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB). Sang produser, Burhanudin Radzi pernah menimba ilmu jurusan Teknik Perminyakan di ITB sekitar tahun 1980-an, selama sekitar 1,5 tahun dan akhirnya pindah karena alasan pribadi.
Burhanudin Radzi bersama istrinya Ainon Bte Ariff dan sejumlah stafnya menciptakan seial ‘Upin & Ipin’. Bahkan Ainon bukan hanya ikut menulis cerita, ibu empat anak dan nenek satu cucu ini juga mengisi suara di ‘Upin & Ipin’ sebagai Opa. Sekitar sembilan orang yang menjadi pengisi suara karakter inti ‘Upin & Ipin’, termasuk Ainon.
Setelah mengikuti Festival Film Cannes di Perancis, ‘Upin & Ipin’ menjadi terkenal dan banyak televisi Malaysia tertarik untuk membeli hak siarnya. Akhirnya TV 9 Malaysia terpilih memiliki hak siar Upin dan Ipin.
Di Indonesia Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) menjadi stasiun televisi yang menyiarkan ‘Upin & Ipin’, bahkan ‘Upin & Ipin’ tidak hanya di dua negara serumpun, sejumlah perusahaan internasional juga mulai melirik, seperti Disney Channel.
Indonesia diakui Ainon sebagai tempat yang spesial untuk dirinya juga sang suami. Mereka bahkan berencana membuat cerita ‘Upin & Ipin’ dengan mengikutsertakan karakter khas Indonesia, ‘Unyil’.
‘Upin & Ipin’ diproduksi sebanyak 42 episode setiap tahunnya. Serial itu hanya diputar di Malaysia setiap libur sekolah, berbeda dengan di Indonesia.
baca selengkapnya »»
/

Banner Link Sahabat