Harry Potter - Golden Snitch
Adsense Indonesia Adsense Indonesia Adsense Indonesia Adsense Indonesia
Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Desember 2010

ISYARAT KEILMUAN PERISTIWA ISRA’MI’RAJ


Apabila kita menelaah peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW dari aneka perpektif, akan segera menangkap isyarat-isyarat keilmuan yang terkait yang harus di contoh atau paling tidak dijadikan sebagai stimulant menciptakan culture islami. Adapun isyarat ilmu yang terkait dengannya antara lain ilmu pengetahuan dan teknologi, filsafat, psikologi dan pendidikan.

1.        ISYARAT ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI
Peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW sebenarnya memberikan isyarat diciptakannya ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Peristiwa Isra’ Mi’raj minimal mengandung dua isyrat ilmu pengetahuan dan teknologi. Pertama ialah mi’rojnya Rasulullah start mulai dari masjid Al Aqsho menuju Sidrotul Muntaha tidak sampai semalam. Peristiwa ini benar-benar sensasi saat itu. Manusia belum pernah mambayangkan bakal ada manusia yang mampu menerobos angkasa luar (outer space) meskipun dengan peralatan apalagi tanpa peralatan sama sekali. Kedua ialah kebenaran jawaban Nabi pasca Isra’ Mi’raj terhadap pertanyaan kaum musyrik karena Allah telah memvisualisasikan gambar masjid Al Aqsho dihadapan pandangan rasulullah SAW. Penayangan gambar melalui TV bukan kejadian baru lagi dalam era modern, tetapi masa kehidupan Nabi merupakan peristiwa yang belum pernah dilihat indera manusia.

2.      ISYARAT FILSAFAT
Mengingat peristiwa isro’mi’roj sebagai suatu kejadian unik, tidak mengherankan jika timbul penolakan dari kaum paganis. Sisi lain, pertanyaan orang-orang kafir yang diajukan kepada Nabi Muhammad SAW. dapat dijawab semuanya dengan tepat sehingga tidak ada alasan untuk menyangkal. Sementara dikalangan sahabat Nabi, mulanya timbul kontroversial antara kelompok yang pro dan setengah kontra. Bersikap pro harus berhadapan dengan suatu keanehan yang belum pernah dikhayalkan sedang yang bersikap kontra harus berhadapan dengan kebenaran jawaban yang diutarakan Nabi.
Inspirasi filosofis dari peristiwa Isra’ Mi’raj terwujud dalam perbedaan pendapat yang cukup tajam dikalangan ‘ulama tentang esensi Nabi Muhammad ketika Isra’ Mi’raj itu. Apakah yang mi’roj itu Nabi Muhammad dalam bentuk lengkap dan konkret atau dalam bentuk abstraknya.

3.      ISYARAT PSIKOLOGI
Disamping peristiwa Isra’ Mi’raj sebagai mukjizat Nabi Muhammad SAW, dari segi psikis merupakan batu ujian yang tidak kalah berat dari bentuk ujian-ujian lainnya. Karena berita aneh ini. Sikap kaum musyrik menjadi ganas dan membabi buta, menuduh dan mengejek Nabi Muhammad.
Disaat inilah terjadi ujian berat, mengklaim mental dan ketahanan jiwa sebab disamping mendapat tantangan keras dari kaum musyrik juga kurang mendapat dukungan dari dalam. Ditambah lagi sebelumnya Nabi telah mengalami kegundahan dan kesedihan hati karena ditinggalkan pamannya, isterinya dan keluarganya diboikot ekonomi.
Sikap ini sebagai isyarat keilmuan dibidang psikis yaitu ketahanan Nabi Muhammad sebagai pejuang dalam menghadapi berbagai hinaan dan ejekan akibat peristiwa Isra’ Mi’raj.

4.      ISYARAT SOSIOLOGI
Dimasa kehidupan Nabi Muhammad SAW, manusia sudah tersebar luas diseluruh dunia yang memiliki cirikhas dan karakteristik masing-masing. Tidak ada manusia dalam komunitas yang benar-benar homogen walaupun sepasang dua anak kembar. Inilah yang disebut sebagai personalitas yang membedakan antara satu individu satu dengan individu lainnya.
Praktek metode tersebut telah didemonstrasikan Rosulullah pasca Isra’ Mi’raj seperti sikapnya yang lemah lembut tidak memaksa, tidak emosi dan sabar dalam mengahadapi kaum musyrik dan para sahabat-sahabatnya
Setelah menerima kebenaran Isra’ Mi’raj dengan kesadaran dirinya sendiri, mereka laksana pasukan serdadu yang siap tempur menghadapi musuh. Keberhasilan Muhammad dalam menyadarkan dan menyakinkan sahabat-sahabatnya untuk menyakinkan kebenaran Isra’ Mi’raj membuktikan beliau memiliki kelihaian menyelami kesadaran masyarakat yang variatif tanpa menyinggung perasaan mereka sama sekali.

5.      ISYARAT ILMU PENDIDIKAN
Peristiwa Isra’ Mi’raj mengadung empat kali pendidikan yaitu:
Pertama, dalam perjalanan dari masjid Al Haram menuju masjid Al Aqsho kemudian mi’roj ke langit, Nabi Muhammad didampingi malaikat Jibril. Dalam perjalanan ini Nabi Muhammad bertemu dengan berbagai macam kejadian aneh. kejadian itu ditanyakan kepada malaikat Jibril, kemudian Jibril menjawab dengan panjang lebar. Dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa malaikat Jibril telah mendidik Nabi Muhammad SAW.
Kedua, sewaktu Nabi Muhammad menghadap disisi Allah. Pertemuan itu menghasilkan suatu kewajiban yang vital dalam komponen ibadah. Allah mewajibkan Nabi Muhammad dan para umatnya untuk melaksanakan sholat lima waktu sehari semalam. Ini mengandung arti bahwa Allah telah mendidik Nabi Muhammad.
Ketiga, selesai menghadap Allah, Nabi Muhammad turun dan bertemu dengan Nabi Musa As hingga terjadi dialog diantaranya. Nabi Musa As menanyakan hasil yang dicapai Nabi Muhammad SAW dalam menghadap Allah. Kemudian beliau memberitahu bahwa hasilnya adalah kewajiban sholat 50 kali sehari semalam. Berdasarkan pengalaman didalam membina umat, Nabi Musa As memandang terlalu berat lalu menyarankan agar kembali menghadap Allah SWT untuk menawarnya. Kejadian ini membuahkan kesimpulan bahwa Nabi Musa As telah memberikan bimbingan kepada Nabi Muhammad SAW karena beliau lebih dahulu membina umat.
Keempat, sebagai tahap lanjut Isra’ Mi’raj, Nabi kembali ketengah-tengah masyarakat guna memberikan hasil Isra’ Mi’raj kepada masyarakat luas baik terhadap kalangan intern maupun kalangan ekstern yang dikenal sebagai penentang kebenaran Illahi. [1]


[1] Drs.Mujamil,Kontribusi Islam Terhadap Peradaban Manusia.( Solo : Ramdhani,1993 ),hlm.52-57
baca selengkapnya »»

Jin dan Syetan


Eksistensi Jin dan Syetan


Menurut M. Quraish Shihab dalam kamus besar Bahasa Indonesia, kata jin diartikan sebagai makluk halus ( yang dianggap berakal ). Dari segi Al-Qur`an kata jin terambil dari tiga huruf yaitu : jim, lam, nun. Dan nun menurut pakar bahasa, kata yang terdiri dari tiga uruf itu mengandung makna kesembunyian/ketertutupan.
Dalam Al-Qur`an ditemukan paling tidak 5 kata yang sering digunakan untuk makhluk halus dari jenis jin, Yaitu جن / jin جان / jan جنه jinnat/ شيطا ن / syaitan/iblis. Pra pakar bahasa berbeda pendapat tentang maksud kata jan menurut pakar bahasa arab Al jan berarti hari menyakan bahwa jan sama dengan jin. Hanya saja kata jin adalah bentuk jama`dari kata jinni yang berbentuk tunggal sedangkan kata jan adalah isim jami` atau kata yang digunakan untuk menunjukan sekelompok jinu. Para pakar yang sangat rasional tidak mengingkari ayat ayat Al Qur`an berbicara tentang jin, tetapi mereka memahaminya bukan dalam pengertian hakiki, paling tidak ada tiga pendapat yang nongol dari kalangan ini menyangkut hakekat jin.
a. Memahami jin sebagai potensi negatif
Adalah manusia, menurut faham ini, malaikat adalah bentuk positif yang mengarahkan manusia kearah kebaikan, pandangan lain menjadikan sepenuhnya sama dengan syaitan disisi lain mereka menilainya tidak memiliki wujud tersendri karena jin atau syaitan menurut faham ini merupakan poensi negatif yang berbeda dalam manusia. Hal ini dituliskan oleh Abduh dalam tafsirnya mengenai surat As syam ayat 8, ayat tersebut menjelaskan tidak mustahil bisikan bisikan negatif yang dirasakan oleh manusia merupakan jin/syaitan menjadi penyabab bisikan bisikan negatif itu.
b. Memahami jin antara lain sebagai virus atau kuman kuman penyakit.
Paham ini mengakui eksistensi jin, tetapi mereka menilainya bukan mekhluk berakal apalagi makhluk mukallaf, yang dibebani tugas tugas tertentu oleh Allah SWT. Syeh M. Abduh dan muridnya Rosyid Ridlo menganut faham ini, Rosyid Ridlo menulis dalam tafsirnya Al- Manar bahwa para teolog berpendapat bahwa jin adalah makhluk hidup dan tersembunyi, telah berulang kali kami nyatakan bahwa bisa aja dikatakan bahwa makhluk hidup dan bersembunyi yang dikenal dewa itu melalui mikroskop dan dinamai dengan mikroba-mikroba, bisa saja jenis dari jin.
c. Memahami jin sebagai jenis makhluk manusia liar yang belum berperadaban.
Pendapat ini dikemukakan pertama kali oleh Ahmad Khan (1817- 1898). Menurutnya Al Qur`an menyebutkan kata jin sebanyak lima kali dalam kontek bantahan erhadap kaum musriq, menurutnya tidak dapat dijadikan bukti tentang beradaban makhluik yang bernama jin sebagai mana keyakinan umum ketika itu.
Dari beberapa ayat Al Qur`an sebagian ulama termasuk diantaranya M. Quraish Shihab, memahami bahwa jin memiliki kelompok kelompok bahkan masyarakat jin tidak ubahnya dengan masyarakat manusia, dalam firmanya (QA Ar-Rohman ayat 33) yang mempunyai arti (hai jamaah jin dan manusia jika jika engakau sanggup menembus (melintas) penjara langit dan bumi mak lintaslah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan). Selanjutnya beeliau juga menegaskan bahwa jin sebagai mana semua makhluk ciptaan Allah, terdiri atas dua jenis kelamin lelaki dan perempuan. Sebagai mana firmanya dalam Surat Al jin ayat 6 artinya :
Dan bahwasanya ada beberapa orang laki laki diantaranya manusia minta perlindungan kepada laki laki diantaranya jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan
Dan juga dalam hadist yang diriwayatkan oleh Anas bn Malik :

ا للهم ابي اعوذ بك من الخبث والخبا ءث.

Menurut pakar Hadist Ibnu Hajar (W 1449) dalam bukunya Fatkhul Bari Al khubusi adalah bentuk jama` dari khubais, yaitu : jin laki laki dan khobais adalah banntuk jama` dari Al khobais yaitu jin perempuan. Dalam pandangan M. Quraish Shihab jin mempunyai kemampuan membentuk dirinya dalam berbagi bentuk, Ibnu Taimiyah dalam kumpulan fatwanya bahwa jin dapat membentuk binatang / manusia. Syeh M. Mufawalhi Asy-Sya`rowi ulama besar mesir (W 1998 M) menulis dalam bukunya As-Sihir Wal Hasad bahwa jin berkemampuan mengambil bentuk tetapi ketika itu ia tidak dapat melepaskan dari hukum alam yang berkaitan dengan bentuk yang diambilnya.biasanya pengambilan bentuk yang diambilnya besifat sementara/sesaat. Hal pertama yang menonjolkan dari uraian ayat ayat Al Qur`an dan hadist hadist Nabi menyangkut syetan adalah penjelasan tentang sifat sifat buruk serta permusuhan hanya dengan manusia sebagai mana firmanya (QS AL Isra` :53)

Artinya dankatakanlah pada hamba haambamu hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar) sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisijan diantara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.
Iblis juga nama yang populer, tetapi berasal dari bahasa yunani yakni diabolos terdiri dari “dia “ artinya ditengah/ sewaktu dan “balein” yang berarti melontar atau mencampakkan sedangkan pra ahli bahasa arab bahwa kata iblis terambil dari bahasa arab “ ablasa “ yang berati putus asa atau dari kata “balasa” yang berarti tida kebaikanya. Para ulama sepaakat bahwa iblis adlah yang membangkang pewrintah sujud pada Nabi Adam serta menggoda Nabi Adam dan Ibu hawa sehingga terusir dari syurga. Ibnu Abbas berpendapaat bahwa syetan adalah anak cucu iblis . Menurut Abu Aqilah syetan ruhun syairun ruh yang sangat jahat/ buruk al Hayatul Khasanah suatu kehidupan yang sangat buruk dan mutamarridun, majsadun, pendurhaka yang merusak, syaitan adalah propesi/ sebutan dari kalangan jin dan manusiayanga jahat senantiasa menggangu manusia supaya terjerumus dari kesesatan dn kekafiran.

baca selengkapnya »»

Jumat, 17 Desember 2010

Sejarah yang Hilang: Kejayaan Ilmuwan Islam Abad ke-8 s/d 16


Quantcast

Don’t judge the book by its title! Pelesetan dari “don’t judge the book by its cover” mungkin sangat tepat diberikan kepada buku terbitan Gramedia Pustaka Utama (2009) dengan judul yang sangat panjang: “Ilmuwan-ilmuwan Muslim Pelopor Hebat di Bidang Sains Modern” dengan tambahan “dari Musa al-Khawarizmi di bidang matematika sampai Ibnu Sina di bidang ilmu kedokteran,” dan tambahan lagi: “kisah-kisah yang perlu diingat kembali.”
Dari judulnya, kita akan mengira buku ini akan menceritakan kiprah para ilmuwan Muslim dengan hasil karyanya secara terperinci. Ketika kita sudah membaca setengah dari buku ini, kita akan menyadari bahwa bukan seperti itu yang dimaksud oleh penulisnya Ehsan Masood. Buku ini justru membahas cukup komprehensif mengenai sejarah dan perkembangan sains selama masa-masa kekalifahan setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW 632 M dan setelah masa-masa empat kalifah (Khalifaur-rasyidin), terutama pada masa Dinasti Abbasiyah (750 – 800 M). Judul aslinya dalam bahasa Inggris sudah sangat tepat: Science and Islam, a History.

Masood yang pernah datang ke Jakarta pada November 2007 atas undangan The Wahid Institute adalah seorang penulis dan jurnalis muslim keturunan Pakistan yang lahir pada Agustus 1967 di London dan saat ini tinggal di kota kelahirannya itu. Ia adalah penulis di majalah Nature (bahkan pernah menjadi salah seorang editornya) dan Prospect, serta pembuat situs Opendemocracy.net. Ia juga mengajar di Imperial College London dan menjadi penasihat untuk the British Council dalam bidang sains dan hubungan kebudayaan.

Masood membuka bukunya dengan keruntuhan Romawi dengan luluh lantaknya Kota Roma oleh serangan Alaric raja Jerman dari suku Visigoth pada 410 M, dan dipindahkannya ibukota Romawi ke Konstantinopel 66 tahun setelah serangan itu oleh kaisar Romawi terakhir Romulus Augustus. Mulai saat itulah para ahli sejarah menuliskannya sebagai Zaman Kegelapan, zaman ketika peradaban barat tanpa ilmu, sastra, atau bahkan kehidupan yang beradab. Padahal pada masa-masa Zaman Kegelapan Eropa itulah, tidak jauh di Timur Tengah, tumbuh suatu peradaban yang memunculkan temuan-temuan di bidang sains, teknologi, kedokteran dan filsafat yang – sayangnya – tidak diakui (atau setidaknya) diabaikan oleh para sejarawan Barat.
Namun demikian, akhir-akhir ini banyak penulis Barat yang mulai menyadarinya. Masa-masa itu disebut sebagai “sejarah yang hilang” oleh Michael Hamilton Morgan dari New Foundation of Peace (National Geographic, 2006), atau bahkan sebagai “pencurian sejarah” oleh sejarawan Jack Goody (halaman 2). Menarik juga komentar Prince of Wales (Pangeran Charles) dalam pidatonya di Oxford University 27 Oktober 1993: “Bila ada banyak kesalahpahaman di dunia barat tentang hakikat Islam, maka banyak juga ketidaktahuan tentang utang kebudayaan dan peradaban kita kepada dunia Islam. Saya rasa ini adalah kegagalan yang berakar dari ditutupinya sejarah yang kita warisi selama ini.” (kutipan pembuka Bab 1: Mitos Zaman Kegelapan, halaman 1).

Bab utama buku ini adalah Bab 5: “Sang Khalifah Sains” yang membahas bagaimana kiprah Khalifah Al-Ma’mun yang berkontribusi besar dalam kejayaan sains. Putra Khalifah Harun al-Rasyid yang bagi kita lebih dikenal melalui Cerita 1001 Malam, menduduki kekuasaannya setelah membunuh saudaranya sendiri. Tetapi ialah yang meletakkan kaidah-kaidah sains yang akan menjadi pelopor sains modern. Sang khalifah sendiri tergila-gila kepada Aristoteles, filsuf besar Yunani. Pada masa kekhalifahannya yang berpusat di Baghdad, ia mengutus para ilmuwan untuk mencari buku-buku dari Barat (Yunani), termasuk dari India atau Persia, untuk diterjemahkan ke dalam bahasa Arab.
Penerjemahan buku-buku itu ke dalam bahasa Arab menghasilkan buku-buku yang menjadi landasan sains di dunia Islam. Hal itu karena para ilmuwan muslim tidak hanya sekadar menerjemahkan karya-karya ilmuwan Eropa, tetapi juga melakukan kritik dan membuat eksperimen-eksperiman baru yang kelak justru membantah temuan-temuan ilmuwan Yunani dan menghasilkan temuan-temuan baru yang brilian. Lucunya, kelak setelah masa-masa kejayaan kekhalifahan surut, karya-karya berbahasa Arab ini kembali dipelajari ilmuwan-ilmuwan Barat dan kemudian memunculkan ilmuwan-ilmuwan yang dalam sejarah diakui hebat seperti Galileo, Copernicus, termasuk Newton yang lebih modern. Dalam pelajaran sejarah kita, kita akan mendapati bahwa perkembangan sains dan teknologi seolah-olah selalu berasal dari ilmuwan-ilmuwan Yunani dan lalu meloncat ke ilmuwan-ilmuwan Renaisance mulai seangkatan Newton dan kawan-kawan; melupakan masa-masa perkembangannya di dunia Arab (Islam).

Pada masa Abbasiyah inilah diperkenalkan penggunaan kertas yang berasal dari China secara luas sehingga buku-buku lebih banyak dibuat. Sistem angka Arab yang kita kenal sekarang (0123456789) diperkenalkan oleh al-Kindi yang justru menyebutnya sebagai angka India. Dari sistem angka India yang memperkenalkan angka 0 inilah kemudian muncul aljabar oleh Al-Khawarizmi. Penggunaan sistem angka India itulah yang memberikan sumbangan revolusi sains yang luar biasa. Temuan-temuan dan pengukuran-pengukuran semakin akurat, terutama di bidang astronomi yang memang sangat diperlukan di dunia Islam untuk penentuan waktu-waktu shalat, awal Ramadhan, termasuk arah kiblat yang akurat.
Memang dengan mengusung aliran rasionalisme yang dianut Khalifah Al-Ma’mun dan beberapa ilmuwannya, akhirnya beberapa tokoh muslim tradisional menilai perkembangan sains telah menjauhkan penggunanya dari nilai-nilai keagamaan. Bahkan termasuk Ibnu Sina (Avicennia) sendiri yang terkenal dengan Kanun Kedokteran yang menjadi rujukan kedokteran barat selama berabad-abad, menjadi takabur dengan meyakini bahwa Tuhan dengan sengaja telah membuat dirinya lebih cerdas daripada orang lain, dan harus selalu pasti bahwa ada penjelasan fisika dibalik mukzizat (halaman 88).
Tetapi Ibnu Sina juga yang diduga pertama kali menemukan hukum superposisi pada abad ke-11, bahwa lapisan batuan yang berada di bawah akan berumur lebih tua; jauh sebelum menjadi salah satu Hukum Steno yang dipostulatkan pada abad ke-17. Survival for the fittest yang dijadikan salah satu argumen Darwin untuk Teori Evolusinya, bahkan pernah dilontarkan oleh al-Jahiz yang menerbitkan Kitab al-Hayawan (Buku Dunia Hewan) pada abad ke-9.
Buku ini membawa kesan bahwa jika ingin memajukan sains harus dimulai dari keinginan penguasa untuk memajukannya. Ilmuwan-ilmuwan muslim selama zaman kekhalifahan itu berhasil berjaya berkat dukungan pemerintah atas usaha-usahanya. Maka ketika Baghdad diserbu cucu Jengis Khan, Hulaku Khan (walaupun kemudian menjadi muslim dan bahkan ikut memajukan sains dan ilmu pengetahuan), inkuisisi Islam di Spanyol, dan berbagai konflik di kalangan berbagai aliran Islam sendiri, perkembangan sains kembali bergeser ke Eropa. Justru temuan-temuan para ilmuwan muslim itu berbalik seolah-olah menjadi bumerang ketika setelah Revolusi Industri di abad ke-18 kolonialisme menjajah negara-negara Islam.

Masood menutup bukunya dengan kalimat, “Jika sains ingin dikembalikan ke berbagai negara Islam, sains harus dilakukan tanpa mencampuri hak seseorang untuk memilih agamanya masing-masing.”
Sebagai penutup, sangat menarik bahwa buku ini diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama (Kelompok Kompas Gramedia), penerbit yang rasanya jarang sekali menerbitkan buku-buku bertemakan Islam. 

**********************

Kaca dan cermin digunakan di Spanyol Islam. Orang-orang Venesia belajar tentang seni membuat peralatan berbahan gelas yang bagus dari seniman-seniman pembuat kaca dari Syria selama abad ke-9 dan ke-10. Namun yang diketahui umum cermin dan kaca diproduksi pertama kali tahun 1291 di Venesia.
Dikatakan pula bahwa pada abad ke-17 Isaac Newton mengadakan penyelidikan tentang prisma, lensa-lensa dan cahaya. Padahal dalam abad ke-11 Al-Haytham telah menetapkan hampir segala sesuatu yang dikemukakan oleh Isacc Newton mengenai ilmu optik itu, jauh berabad-abad sebelumnya, dan Al-Haytham dihormati oleh banyak penguasa pada masa itu sebagai “penemu optik.” Demikian juga mengenai penyelidikan tujuh variasi warna yang dibiaskan oleh prisma, selain telah lebih dulu dipelajari oleh Al-Haytham, pada abad ke-14 Kamal Ad-Din juga melakukannya.
Ada dugaan kalau Newton sedikit dipengaruhi oleh Al-Haytham. Al-Haytham adalah ilmuwan fisika yang paling banyak dijadikan referensi di Abad Pertengahan. Pekerjaan-pekerjaannya digunakan dan dikutip oleh sebagian besar sarjana-sarjana Eropa selama abad ke-16 dan 17, tidak sebanding dengan Newton dan Galileo seandainya digabungkan.
Dalam abad ke-16 dikatakan bahwa Leonardo Da Vinci menjadi pendiri ilmu geologi ketika ia mencatat fosil-fosil yang ditemukan di pegunungan yang diindikasi sebagai asal-muasal cairan bumi. Tetapi kenyataanya pada abad ke-11, Al-Biruni membuat dengan tepat perngamatan ini dan menambahkannya ke dalam ilmu geologi, termasuk sebuah buku yang sangat besar, ratusan tahun sebelum Da Vinci dilahirkan. Ibnu Sina mencatat hal ini dengan baik. Jadi sangat mungkin kalau Da Vinci pertama kali belajar konsep ini dari terjemahan buku-buku Islam ke dalam bahasa Latin. Da Vinci tidak menambahkan pengetahuan apa pun yang asli dari dirinya.

1030
Jauh sebelum Paracelsus (abad ke-16) dikatakan menemukan candu yang disuling untuk anesthesia, dokter-dokter Islam sudah memperkenalkan nilai anestetik dari candu asli selama Abad Pertengahan. Candu mula-mula digunakan sebagai bagian dari anestetik oleh orang Yunani. Paracelus adalah seorang murid yang memperlajari pekerjaan-pekerjaan Ibnu Sina, dan dari situlah hampir dipastikan dia memperoleh ide ini.

1050
Konsep keterbatasan materi alam pertama kali ditekuni oleh Al-Biruni, seorang sarjana besar Islam dari Persia dalam tahun 1050. Konsep mengenai wujud materi alam yang bisa berubah namun massanya tetap, seperti air yang jika dipanaskan akan berubah menjadi uap, namun massa total tetap sama. Tapi dikatakan bahwa penemunya adalah Antione Lavoiser pada abad ke-18, padahal Lavoiser adalah seorang murid dari para ahli ilmu kimia dan fisika Muslim pada masanya dan sering mengambil referensi dari buku-buku mereka.
Disebutkan bahwa Nicolas Desmarest pada tahun 1756 adalah orang pertama yang mempelajari tentang pembentukan geologi lembah-lembah, dengan teorinya bahwa lembah-lembah itu dibentuk dalam suatu periode yang lama oleh waktu dan aliran udara. Padahal Ibnu Sina dan Al-Biruni membuat dengan tepat penemuan itu dalam abad ke-11, 700 tahun sebelum Desmarest melakukannya.
Al-Biruni adalah orang yang melakukan eksperimen besar pertama di dunia. Dia menulis lebih dari 200 buku, dan banyak ilmuwan yang mendiskusikan eksperimen-eksperimennya. Hasil karyanya berupa sejumlah literatur ilmiah berbagai bidang ilmu pengetahuan dalam 13.000 halaman, jauh melebihi apa yang ditulis oleh Galileo digabungkan dengan Newton. Jadi tidak benar bahwa Galileo adalah orang pertama yang melakukan eksperimen besar di dunia pada abad ke-17.

1121
Al-Khazini, ilmuwan Muslim kelahiran Bizantium atau Yunani tahun 1115 dan wafat 1130 adalah saintis yang serba bisa yang menguasai astronomi, fisika, biologi, kimia, matematika serta filsafat. Dia telah memberi kontribusi yang sangat besar bagi perkembangan sains modern, salah satunya adalah kitab Mizan al-Hikmah atau Balance of Wisdom. Buku yang ditulisnya dalam tahun 1121 itu mengungkapkan bagian penting fisika Islam. Dalam buku itu, Al-Khazini menjelaskan sacara detail pemikiran dan teori yang diciptakannya tentang keseimbangan hidrostatika, konstruksi dan kegunaan, serta teori statika atau ilmu keseimbangan, hidrostatika dan pusat gravitasi. Al-Khazini dan ilmuwan Muslim lainnya merupakan yang pertama menjeneralisasi teori pusat gravitasi dan mereka adalah yang pertama kali menerapkannya ke dalam benda tiga dimensi. Para ilmuwan Muslim, salah satunya al-Khazini telah melahirkan ilmu gravitasi yang kemudian berkembang di Eropa.
Jelas di sini Isaac Newton sangat terlambat mengemukakan teori Gravitasi di dalam bukunya Philosophia Naturalis Principia Mathematica yang dipublikasikan tahun 1687, 500 tahun lebih setelah buku Al-Khazini membahas hal yang sama. Jadi bagaimana dengan cerita apel yang jatuh itu?

1130
Gerard da Cremona, orang Italia yang tinggal di Spanyol, menerjemahkan 92 buku ilmiah Islam ke dalam bahasa Latin. Buku terjemahannya itu antara lain Al-Asrar (rahasia-rahasia) karya Abu Bakr Muhammad ibnu Zakaria Ar-Razi (bhs.Ltn.Razes, Rases, atau Rhazes), sebuah karya dokter Abu Az-Zahrawi tentang metoda pembedahan, buku karya Abu Muhammad Dhiyauddin Al-Baithar (bhs.Ltn.Alpetagrius) mengenai tumbuh-tumbuhan.
Giovanni Morgagni (1682-1771), orang Itali yang dihormati sebagai bapak pathology (ilmu penyakit) karena dikatakan sebagai orang pertama yang dengan benar menguraikan sifat alami penyakit. Namun jauh sebelum Giovanni melakukannya, para ahli bedah Islam adalah ahli patologi pertama sesungguhnya. Mereka menyadari secara penuh sifat alami penyakit dan menggambarkan berbagai macam penyakit dengan detil modern. Ibnu Zuhr dengan benar menggambarkan sifat alami radang selaput dada (pleurisy), tuberkulosis (TBC) dan radang kantung jantung (pericardistis). Az-Zahrawi dengan teliti mendokumentasikan ilmu penyakit dari hydrocephalus (air di otak) dan penyakit-penyakit sejak lahir lainnya. Ibnu Al-Quff dan Ibnu An-Nafs memberi uraian-uraian sempurna tentang penyakit-penyakit peredaran darah. Ahli-ahli bedah Islam lainnya memberi uraian-uraian akurat pertama tentang penyakit berbahaya tertentu, termasuk kanker perut, usus dan kerongkongan. Para ahli bedah Islam ini adalah pemula dari pathology (ilmu penyakit), bukan Giovanni Morgagni.

1140-an
Para ahli matematik Islam memperkenalkan bilangan negatif untuk digunakan dalam berbagai fungsi aritmetika sedikitnya 400 tahun sebelum Geronimo Cardano mengakui telah memperkenalkannya dalam tahun 1545, dengan mengatakan bahwa angka-angka bisa kurang dari nol.

1160
Mata air-mata air Nil yang mengalir melalui danau-danau besar di Khatulistiwa telah ditetapkan dengan seksama oleh Al-Idrisi, sedangkan orang-orang Eropa baru menemukannya pada paruh kedua abad ke-19.

1200-an
Informasinya pada tahun 1614, John Napier menemukan logaritma dan tabel logaritmik, namun sejak abad ke-13 para ahli matematika Islam sudah menemukannya dan tabel logaritmik seperti itu sudah umum di dalam dunia pengetahuan Islam pada masa itu.

1205
Amir Ya’qub dalam pertempuran Mahdiyya telah menggunakan artileri sebagai senjata terakhir. Pada tahun 1273, Sultan Abu Yusuf pada pertempuran Sijilmasa di Maroko Selatan mempergunakan meriam-meriam. Pada tahun 1342, dua orang Inggris, Lord Derby dan Lord Salisbury, hadir pada pertempuran Algericas yang dipertahankan dengan cara yang sama oleh orang-orang Arab. Ketika kedua orang Inggris itu menyaksikan daya efek mesiu, maka mereka membawa penemuan ini ke negeri mereka.

1240 – 1250
Seorang frater Katolik Roma anggota Ordo Fransiskan dari Inggris bernama Roger Bacon datang untuk mempelajari bahasa Arab ke Paris dan Toledo karena ada orang-orang Perancis yang pandai berbahasa Arab di sana. Selain itu di sana terdapat banyak terjemahan buku ilmiah Islam ke dalam bahasa Latin dan naskah-naskah asli berbahasa Arab.
Dikatakan bahwa perawatan pertama dengan anesthesia (pembiusan) dilakukan oleh C.W. Long, seorang Amerika pada tahun 1845, padahal 600 tahun sebelum Long melakukannya, seorang Muslim Spanyol, Az-Zahrawi dan Ibnu Zuhr, di antara para ahli bedah Muslim lainnya, sudah melaksanakan ratusan perawatan-perawatan melalui cara pembiusan dengan penggunaan narkotika yang direndam pada spon, yang ditempatkan dengan cara menutup wajah.

1250 – 1257
Roger Bacon pulang ke Inggris dan melanjutkan pelajaran Bahasa Arabnya di Universitas Oxford dengan membawa sejumlah besar buku-buku ilmiah Islam dari Paris. Di antaranya Al-Manazhier karya Ali Al-Hasan ibnu Haitsam diterjemahkan Bacon ke dalam bahasa Latin, bahasa ilmiah Eropa pada masa itu.
Terdapat penjelasan-penjelasan mengenai mesiu dan mikroskop pada naskah itu, namun secara tidak jujur dia telah mencantumkan namanya sendiri pada terjemahan-terjemahan itu dan dengan demikian dia telah melakukan plagiat terang-terangan.
Sangat berbeda dengan penerjemah-penerjemah Muslim yang menerjemahkan karya-karya Pythagoras, Plato, Aristoteles, Aristarchos, Euclides dan Claudius Ptolemaios, dan lain-lain dengan tetap menyebutkan nama pengarang-pengarang aslinya.

1300-an
Dimulai abad Renaisans (B.Perancis Renaissance) atau kelahiran kembali, di mana ditemukan kembali cerahnya peradaban Yunani dan Romawi (yang dianggap sebagai “klasik”) ketika keduanya mengalami masa keemasan. Renaisans berlangsung antara abad ke-14 hingga abad ke-17 di Eropa. Tampak di sini, bahwa kebangkitan Eropa yang diawali dengan Renaisans erat hubungannya dengan kembalinya penerjemahan buku-buku ilmiah Islam ke dalam bahasa Latin, antara lain Gerbert d’Aurillac, orang Perancis yang menjadi Paus Sylvester II (tahun 960), Gerard da Cremona, orang Itali (tahun 1130), Seorang frater Katolik Roma, Roger Bacon dari Inggris (tahun 1250).
Dikatakan bahwa tahun 1454, Johan Gutenberg (1398 – 1468) menemukan mesin cetak paling canggih di abad pertengahan. Faktanya, alat cetak berbahan kuningan yang dapat dipindahkan telah digunakan di Spanyol Islam 100 tahun sebelumnya, ketika Gutenberg belum lahir.

1400-an
Dikatakan bahwa sistem desimal di dalam matematika pertama kali dikembangkan oleh seorang Belanda, Simon Stevin, tahun 1589. Sistem desimal membantu ilmuwan matematika karena menggantikan bilangan pecahan yang sulit, sebagai contohnya 1/2, dengan menggunakan desimal menjadi 0,5.
Padahal para ahli matematika Islam adalah yang pertama menggunakan sistem desimal sebagai ganti bilangan pecahan secara besar-besaran. Buku Al-Kashi, berjudul “Kunci kepada Aritmatika”, yang ditulis pada awal abad ke-15 dan menjadi stimulus untuk aplikasi sistematis sistem desimal untuk seluruh bilangan dan pecahan-pecahannya.

1600-an
Francis Bacon – seorang Bacon yang lain, menyebarluaskan teori induksi dan percobaan-percobaan ilmiah (eksperimen) atau empirisme ilmiah di dalam karya-karyanya The Advencement of Learning (1605), Novum Organum (1620), De Augmentis Scientiarum (1623), Sylva Sylvarum (1624), dan New Atlantis (1624), yang dengan alat cetak buku buatan Johan Gotenburg buku-buku tersebut dicetak.
Kemudian berkembang teori Baconian Philosophy yang kemudian menjadi dasar metode ilmiah pada ilmu pengetahuan dan teknologi di Barat (Eropa dan Amerika), yang mana metode tersebut sebetulnya merupakan jiplakan Bacon dari ilmu pengetahuan di dunia Islam.

**********************
Penemu-penemu lain

1. Cerita bermula ketika seorang Arab bernama Khalid sedang menggembalakan kambing di wilayah Kaffa di Ethiopia Selatan, dan dia memperhatikan kambing-kambingnya menjadi lebih bersemangat setelah memakan buah sejenis beri. Khalid merebus buah beri tersebut untuk membuat kopi pertama. Catatan pertama tentang kopi adalah ekspor dari Ethiopia ke Yaman di mana para sufi meminumnya jika mereka harus terjaga semalam suntuk untuk memanjatkan doa pada acara-acara tertentu. Di akhir abad ke-15 kopi tiba di Mekah dan Turki, lalu ke Venesia pada tahun 1645. Kopi kemudian dibawa ke Inggris pada tahun 1650 oleh seorang warga Turki bernama Pasqua Rosee yang membuka kedai kopi pertama di Lombard Street di London. Kata kopi berasal dari Bahasa Arab qahwa, dalam Bahasa Turki disebut kahve, di Italia disebut caffedan Bahasa Inggris coffee.

2. Orang Yunani kuno percaya bahwa mata kita memancarkan sinar, seperti laser, yang membuat kita dapat melihat. Orang pertama yang menyadari bahwa sinar memasuki mata, bukannya keluar dari mata, adalah seorang ahli fisika, astronomi dan matematika Muslim di abad ke-10, Ibn al-Haitham. Beliau menciptakan kamera lubang-jarum pertama setelah mengamati bagaimana sinar menembus melalui lubang di penutup jendela. Beliau menemukan bahwa semakin kecil lubang, semakin jelas gambar yang dihasilkan. Beliau lalu menciptakan kamera Obscura pertama (dari bahasa Arab qamara yang artinya kamar gelap dan pribadi). Ibn al-Haitham juga orang pertama yang mengubah fisika dari kegiatan filosofis menjadi aktivitas eksperimental.

3. Permainan sejenis catur mula-mula dimainkan di India kuno, namun dikembangkan di Persia hingga menjadi bentuk seperti yang kita kenal sekarang. Dari Persia, catur menyebar ke arah barat ke Eropa ketika diperkenalkan oleh bangsa Moor di Spanyol pada abad ke-10, lalu ke arah timur hingga ke Jepang. Asal kata rook (bidak benteng dalam permainan catur) adalah rukh dalam bahasa Persia yang berarti kereta perang.

4. Seribu tahun sebelum lahir Wright bersaudara, seorang insinyur, musisi, penyair dan ahli astronomi bernama Abbas ibn Firnas telah beberapa kali mencoba menciptakan mesin yang dapat terbang. Pada tahun 852 dia melompat dari menara Masjid Agung Cordoba menggunakan jubah yang diberi rangka kayu, berharap dapat meluncur seperti seekor burung. Saat itu dia gagal. Namun jubah itu mampu memperlambat jatuhnya, merupakan parasut pertama di dunia, sehingga dia hanya terluka ringan. Di tahun 875, dalam usia 70 tahun, setelah menyempurnakan sebuah mesin yang terbuat dari sutera dan bulu elang, dia mencoba lagi, kali ini melompat dari sebuah gunung. Beliau berhasil terbang pada ketinggian cukup selama sepuluh menit, tetapi kemudian terhempas – dan menyimpulkan ini terjadi karena beliau tidak memasang ekor pada mesinnya. Bandara internasional di Baghdad dan sebuah kawah di bulan dinamai dengan namanya.

5. Mandi dan membersihkan diri adalah kebutuhan religius bagi Muslim, sehingga barangkali itulah sebabnya mereka yang menyempurnakan formula sabun yang kita pakai sampai sekarang. Bangsa Mesir kuno telah mempunyai sejenis sabun, seperti juga bangsa Romawi kuno yang menggunakannya lebih sebagai minyak rambut. Namun bangsa Arablah yang mengkombinasikan minyak tumbuhan dengan sodium hidroksida dan pewangi seperti minyak thyme. Salah satu karakter pasukan Kristen dalam Perang Salib, menurut hidung bangsa Arab, adalah mereka tidak pernah mandi. Sampo diperkenalkan di Inggris oleh seorang Muslim yang membuka PemandianMahomed’s Indian Vapour Baths di Brighton di tahun 1759 dan menjadi Ahli Sampo bagi Raja George IV dan William IV.

6. Distilasi, cara memisahkan benda cair melalui perbedaan titik didihnya, diciptakan sekitar tahun 800 oleh ilmuwan terkemuka Islam, Jabir ibn Hayyan, yang mengubah alkemi menjadi ilmu kimia, menemukan berbagai alat dan proses dasar yang masih kita gunakan hingga kini – pencairan (liquefaction), kristalisasi, distilasi, pemurnian, oksodasi, penguapan dan filtrasi. Selain itu, beliau menemukan asam nitrit dan asam sulfur, dan penyulingan yang membuat dunia mengenal air mawar, parfum dan cairan yang mengandung alkohol lainnya (meskipun meminumnya adalah haram menurut ajaran Islam). Ibn Hayyan menekankan pada eksperimen yang sistematik dan menjadi pendiri ilmu kimia modern.

7. Poros engkol adalah alat yang mengubah gerakan berputar menjadi gerakan linier dan menjadi inti berbagai mesin dalam dunia modern, setidaknya dalam mesin pembakaran internal. Salah satu penemuan mekanis terpenting dalam sejarah manusia ini diciptakan oleh insinyur Muslim bernama al-Jazari untuk mengangkat air untuk keperluan irigasi. Bukunya yang berjudul Kitab Pengetahuan tentang Alat-alat Mekanik menunjukkan bahwa beliau juga menciptakan dan menyempurnakan penggunaan katup dan piston, dan juga sebagai Bapak Robotika. Salah satu dari 50 penemuannya adalah kunci kombinasi.

8. Quilting adalah metode menjahit atau menyatukan dua lapis kain dengan menyisipkan lapisan penghangat di antaranya. Tidak terlalu jelas apakah ini ditemukan di dunia Muslim atau diimpor dari
India atau Cina. Namun yang pasti quilting ini tiba di dunia Barat dibawa oleh pasukan Perang Salib. Mereka melihatnya dikenakan oleh prajurit Saracen, yang memakai kain quilt berisi jerami sebagai baju perang. Selain sebagai bentuk perlindungan, quilt juga terbukti menjadi alat penghangat yang efektif – sehingga menjadi industri rumahan di tempat beriklim lebih dingin seperti Inggris dan Belanda.

9. Bentuk lengkung meruncing yang menjadi karakteristik katedral Gothic di Eropa adalah penemuan yang berasal dari arsitektur Islam. Model seperti ini lebih kuat dari model lengkung membulat yang dipakai oleh Bangsa Romawi dan Normandia, sehingga memungkinkan membangun gedung yang lebih besar, lebih tinggi, lebih kompleks dan lebih megah. Penemuan yang diambil dari bangsa Muslim lainnya adalah lengkung bergerigi, jendela mawar dan teknik gedung berkubah. Puri-puri di Eropa juga mengadaptasi arsitektur Islam – dengan arrow slit (celah di tembok benteng di mana prajurit bisa mengarahkan panah tanpa terlihat), battlement (bentuk bergerigi di bagian atas benteng), barbican (menara benteng) dan parapet (tembok pertahanan rendah di sepanjang balkon). Menara dan benteng berbentuk persegi digantikan dengan bentuk melingkar yang membuatnya lebih mudah dipertahankan. Arsitek kastil Henry V adalah seorang Muslim.

10. Banyak peralatan bedah modern menggunakan desain yang sama dengan yang diciptakan oleh ahli bedah Muslim abad ke-10 bernama al-Zahrawi. Skapel, gergaji tulang, tang dan gunting kecil untuk operasi mata dan banyak dari 200 ciptaannya digunakan dalam dunia bedah modern. Beliau juga menemukan bahwa catgut (benang untuk menjahit dalam pembedahan yang dibuat dari usus kambing atau hewan lainnya) dapat hancur secara alami (beliau menemukannya ketika melihat monyet peliharaannya memakan dawai kecapinya yang dibuat dari bahan sejenis) dan dapat pula digunakan sebagai kapsul obat-obatan. Di abad ke-13, seorang dokter Muslim bernama Ibn Nafis telah menjabarkan sirkulasi darah, 300 tahun sebelum William Harveymenemukannya. Dokter-dokter Muslim juga menemukan obat bius dari campuran opium dan alkohol dan menciptakan jarum berongga untuk menyedot katarak dari mata, suatu teknik yang masih digunakan hingga sekarang.

11. Kincir angin ditemukan pada tahun 634 bagi seorang kalifah
Persia dan digunakan untuk memipil jagung dan mengangkat air untuk irigasi. Di gurun pasir nan luas di tanah Arab, ketika musim kering tiba, satu-satunya sumber tenaga adalah angin yang bertiup dengan kecepatan tetap dari satu arah selama berbulan-bulan. Kincir angin ini memiliki 6 atau 12 layar yang terbungkus kain atau daun kurma. Itu terjadi 500 tahun sebelum kincir angin pertama dibuat di Eropa.

12. Teknik inokulasi pertama bukan diciptakan oleh Jenner dan Pasteur melainkan ditemukan oleh dunia Muslim dan dibawa ke Eropa dari Turki oleh seorang istri duta besar Inggris untuk Istambul di tahun 1724. Anak-anak Turki telah divaksin untuk mencegah cacar yang mematikan, setidaknya 50 tahun sebelum dunia Barat melakukannya.

13. Pena diciptakan untuk Sultan Mesir di tahun 953 setelah beliau meminta alat tulis yang tidak menodai tangan dan pakaiannya. Pena menahan tinta dalam sebuah wadah, dan pada pena modern, mengalirkan tinta ke mata pena dengan kombinasi
gaya gravitasi dan kapiler.

14. Sistem angka yang digunakan di seluruh dunia barangkali berasal dari India namun penulisan bilangan adalah berdasarkan model Arab dan pertama kali dicetak dalam karya matematikawan Muslim al-Khawarizmi dan al-Kindi sekitar tahun 825. Istilah aljabar (Inggris: algebra) berasal dari buku al-Khawarizmi, Al-Jabr wa-al-Muqabilah, yang hingga kini masih banyak dipakai. Karya para ilmuwan Muslim diimpor ke Eropa 300 kemudian oleh ahli matematika Italia Fibonacci. Algoritma dan banyak teori trigonometri lain berasal dari dunia Muslim. Penemuan al-Kindi mengenai analisis frekuensi menggantikan sistem pengkodean kuno dan menjadi dasar kriptologi modern.

15. Ali ibn Nafi, atau yang dikenal dengan julukan Ziryab (Burung Hitam) datang dari Irak ke Cordoba pada abad ke-9 dan membawa gaya makan yang terdiri dari tiga bagian, yaitu sup, diikuti dengan ikan atau daging, lalu buah-buahan dan kacang-kacangan. Beliau juga memperkenalkan gelas kristal (yang diciptakan oleh Abbas ibn Firnas setelah bereksperimen dengan batu kristal – lihat poin no 4).

16. Karpet dianggap sebagai bagian dari surga oleh kaum Muslim pada abad pertengahan, berkat teknik tenun yang maju, penemuan pewarna dari dunia kimia dan kepekaan yang tinggi terhadap pola dan ornamen yang menjadi dasar seni yang tidak hanya mewakili Islam. Sebelum karpet dari Arab dan
Persia masuk ke Eropa, lantai rumah di sana biasanya terabaikan. Di Inggris, seperti ditulis oleh Erasmus, lantai mereka “kotor, kadang-kadang diperbaharui, namun sangat tidak sempurna hingga lapisan bawahnya tidak tersentuh, terkadang hingga 20 tahun, menjadi tempat pembuangan ludah, muntahan, air seni manusia dan anjing, tumpahan minuman, serpihan-serpihan ikan dan kotoran-kotoran lain yang tak layak disebutkan”. Tidak mengejutkan, karpet segera merebut hati mereka.

17. Cek moderen berasal dari bahasa Arab saqq, yaitu perjanjian tertulis untuk membayar setelah barang yang dikirimkan tiba, untuk menghindari hilangnya uang jika dibawa dalam perjalanan melintasi daerah yang berbahaya. Di abad ke-9, seorang saudagar Muslim dapat menguangkan cek di
China dari rekeningnya di bank di Baghdad.

18. Pada abad ke-9, banyak ilmuwan Muslim percaya bahwa bumi berbentuk bulat. Buktinya adalah, menurut ahli astronomi Ibn Hazm, “karena posisi matahari selalu vertikal terhadap satu titik tertentu di bumi.” Itu terjadi 500 tahun sebelum kesadaran itu merasuki Galileo. Perhitungan oleh ahli astronomi Muslim sangat akurat sehingga di abad ke-9 mereka mengetahui bahwa keliling Bumi adalah 40.253,4 km – hanya selisih 200 km dari angka sesungguhnya. Ilmuwan al-Idrisi membawa globe untuk menggambarkan dunia ke pengadilan Raja Roger di Sisilia di tahun 1139.

19. Meskipun bangsa
China akrab dengan bubuk mesiu, dan menggunakannya dalam kembang api, namun bangsa Arablah yang menemukan bubuk mesiu dapat dimurnikan dengan potasium nitrat untuk kepentingan militer. Peralatan ledak kaum Muslim membuat takut pasukan Perang Salib. Di abad ke-15 mereka telah menemukan roket – yang disebut “telur yang menyala dan melaju sendiri” - dan torpedo – bom berbentuk buah pir yang memiliki ujung runcing di bagian depan yang dapat mengarah sendiri ke kapal musuh dan meledakkannya.

20.Bangsa Eropa di abad pertengahan memiliki dapur dan kebun bumbu dapur, namun bangsa Arablah yang mengembangkan gagasan kebun sebagai tempat keindahan dan meditasi. Kebun atau taman pertama yang menawarkan keindahan di Eropa dibuka oleh bangsa Muslim Spanyol di abad ke-11. Bunga yang berasal dari taman Muslim antara lain anyelir dan tulip.

21.Jauh sebelum berkembang pesat seperti sekarang, ilmu kimia telah dikenal luas masyarakat abad pertengahan. Saat itulah awal mula cabang ilmu eksakta ini ada. Tapi, tahukah Anda siapa penemu dan pengembang ilmu kimia ini? Adalah Abu Musa Jabir Ibn Hayyan (721-815 H), ilmuwan Muslim pertama yang menemukan dan mengenalkan disiplin ilmu kimia tersebut di abad ke-8 M jauh sebelum ahli kimia barat bernama John Dalton (1766 – 1844) mencetuskan teori molekul kimia.

*************************
baca selengkapnya »»

Kamis, 16 Desember 2010

Biografi Penemu Angka Nol


Angka nol ? Siapa sih yang ga tau angka itu? Wah, bakal repot banget pastinya ya kalau di dunia ini ga ada yang namanya angka nol! Ga percaya? Ya bayangin aja gitu, kalau kita mau menulis angka 100 ga ada angka nol. Bisa? Ya jelas bisa, kan ada angka romawi.. , yap, ada C, ada L, ada X, dan sebagainya itu. Tapi gimana kalau mau nulis satu milyar? Satu juta? Angka netral? Nah loh, bingung deh tuh pastinya. Saya sendiri sebagai seorang praktisi matematika (ciee…), ngebayangin juga tuh kadang kalau angka nol ga ada, dunia perhitungan kita mau jadi apa.
Nah, tapi sebenarnya temen-temen tau ga sih emang siapa penemu dari angka nol? Aristoteles? Rene Descartes? Phytagoras? Atau… Siapa? Ya! Salah semua, yang bener itu ternyata adalah seorang ilmuwan muslim. Namanya Muhammad bin Musa Al-Khawarizmi.

Nah, kali ini kita akan sama-sama melihat bagaimana biografi dari penemu angka nol ini.

Bapak Matematika ( 780 – 848 M )
Muhammad bin Musa Al-Khawarizmi adalah penemu ilmu Al Jabar dan tokoh ilmu pasti, paling besar di dunia Islam. Para ilmuwan Eropa mengenalnya dengan Al frismus. Dari namanya ini diambil istilah Al-Gorism atau Algoritma.
Muhammad bin Musa al-Khawarizmi lahir pada tahun 780 M di bagian Barat kota Bagdad. Ayahnya, Musa bin Syakir adalah seorang pegawai Khalifat al-Ma’mun. Saat usianya menginjak remaja, al-Khawarizmi didaftarkan oleh ayahnya menjadi pegawai Khalifat al-Ma’mun.
Al-Ma’mun adalah salah seorang Khalifah Abbasiyah yang sangat memperhatikan perkembangan ilmu pengetahuan. Ia mendirikan Baitul Hikmah (pusat ilmu pengetahuan) di kota Bagdad. Di tempat ini, ia mengumpulkan para ilmuwan
fisika, matematika, astrologi, sejarawan, penyair, ahli hukum, ahli hadis dan para musafir (ahli tafsir). Al-Ma’mun meminta mereka untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang mereka miliki dan menuliskannya. Ia juga meminta para ilmuwan itu untuk menerjemahkan buku-buku ilmu pengetahuan berbahasa Yunani, Yahudi dan Cina ke dalam bahasa Arab. Selama tinggal di Baitul Hikmah, para ilmuwan itu mendapat tunjangan dan jaminan dari Khalifah al-Ma’mun.
Penerjemah.
Khalifah Al-Ma’mun sangat tertarik oleh salah seorang pegawainya yang kelihatan cerdas dan cekatan. Orang itu tidak lain adalah Al-Khawarizmi.
“Hai anak muda, kemarilah!” kata Al-Ma’mun.”Ada apa tuan?” jawab Al-Khawarizmi. “Maukah engkau belajar bahasa Sansekerta?” tanya Al-Ma’mun.”Tentu saja, Tuan,” jawab Al-Khawarizmi gembira.
Pada masa itu, bahasa Sansekerta merupakan bahasa yang banyak diminati orang untuk dipelajari. Penyebabnya bahasa Sansekerta merupakan bahasa pengantar dari buku-buku ilmu pengetahuan India.
Atas biaya dari Al-Ma’mun, Al-Khawarizmi kemudian belajar bahasa Sanskerta hingga mahir. Setelah tiu, ia diberi tugas untuk menerjemahkan sebuah buku berbahasa Sansekerta yang berjudul Siddhanta. Buku yang membahas ilmu astronomi ini, diterjemahkan Al-Khawarizmi ke dalam bahasa Arab dengan sangat baik. Pada tahun 830 M, Al-Khawarizmi mendapat tugas lagi untuk menerjemahkan buku geografi karya Ptolomeus, seorang ilmuwan Yunani.

Penulis
Setelah sukses menjadi penerjemah Al-Khawarizmi mulai menulis buku. Buku pertama yang ditulisnya berjudul Suratul Ardhi (peta dunia). Dalam bukunya ini, Al-Khawarizmi membagi bumi menjadi tujuh daerah yang disesuaikan dengan perubahan iklim. Peta dunia karya Al-khawarizmi ini dijadikan model oleh ahli-ahli geografi Barat untuk menggambar peta dunia.
Bersama para ilmuwan lainnya, Al-Khawarizmi kemudian membuat tabel perhitungan astronomi yang dapat digunakan untuk mengukur jarak dan kedalaman bumi. Karyanya ini diterima oleh para ilmuwan di Yunani, India dan Cina. Pada tahun 1226, tabel ini mulai diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan menjadi dasar penelitian astronomi.
Al-Khawarizmipun mulai dikenal sebagai orang jenius yang mahir dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan , terutama dalam bidang matematika. Tulisan-tulisan karya ilmuwan Yunani dikoreksi kesalahannya oleh Al-Khawarizmi, kemudian dikembangkannya sedemikian rupa sehingga menjadi mudah dipahami.
Al-Khawarizmi menulis buku matematika yang berjudul Hisab Aljabar wal Muqabala. Buku ini berisi tentang persamaan linear dan kuadrat. Dalam bukunya ini ia menjelaskan cara menyederhanakan suatu persamaan kuadrat.
Misalnya persamaan:
x + 5x + 4 = 4 – 2x + 5x³ dengan aljabar, persamaan ini menjadi :
x + 7x + 4 = 4 + 5x³ dengan al-muqabala, persamaan ini menjadi lebih sederhana:
x + 7x = 5x³

Buku Hisab Aljabar wal Muqabala ini kemudian diterjemahkan pada abad ke 12 ke dalam bahasa Latin. Sampai abad ke 16 buku ini digunakan sebagai buku pegangan para mahasiswa yang belajar matematika di universitas-universitas di Eropa.

Riwayat Angka Nol
Al-Khawarizmi adalah orang pertama yang menjelaskan kegunaan angka-angka, termasuk angka nol. Ia menulis buku yang membahas beberapa soal hitungan dan asal-usul angka, serta sejarah angka-angka yang sedang kita gunakan. Melalui Al-Khawarizmilah orang-orang Eropa belajar menggunakan angka nol untuk memudahkan menghitung puluhan, ratusan, ribuan, dst, dst..
Dengan penggunaan angka tersebut maka kata Arab Shifr yang artinya nol (kosong) diserap ke dalam bahasa Perancis menjadi kata chiffre, dalam bahasa Jerman menjadi ziffer, dan dalam bahasa Inggris menjadi cipher. Bilangan nol ditulis bulat dan didalamnya kosong.
Al-Khawarizmi-pun memperkenalkan tanda-tanda negatif yang sebelumnya tidak dikenal di kalangan ilmuwan Arab. Para matematikawan di seluruh dunia mengakuinya dan berhutang budi kepada Al-Khawarizmi. Ia juga mengarang buku sundials (alat-alat petunjuk waktu dengan bantuan bayangan sinar matahari).
Al-Khawarizmi berhasil menyusun tabel astronomi yang sangat lengkap untuk menggantikan tabel astronomi buatan Yunani dan India. Tabel ini menjadi pegangan para ilmuwan astronomi, baik di Timur maupun di Barat.
Disalin Para Ilmuwan Barat
Para ilmuwan Barat seperti Copernicus, banyak menyalin teori-teori dari para ilmuwan muslim, diantaranya dari Al-Khawarizmi. Misalnya, tentang perhitungan ketinggian gunung, kedalaman lembah dan jarak antara dua buah objek yang terletak antara suatu daerah yang berpermukaan datar atau yang berpermukaan tidak rata.
Bahkan, ada ilmuwan Barat lainnya yang tidak saja menyalin teori hasil pemikiran al-Khawarizmi, tetapi juga mengakuinya sebagai penemunya. Misalnya, John Napies (1550-1617 M) dan Simon Stevin (1548-1620 M) . Mereka mengaku bahwa merekalah penemu rumus ilmu ukur mengenai segitiga, daftar logaritma dan hitungan persepuluh. Padahal, para ilmuwan Muslim mengetahui bahwa Al-Khawarizmi-lah yang pertama kali menemukannya.

Wafat
Pada tahun 847 M, Al-Khawarizmi wafat dalam usia 67 tahun. Ia meninggalkan kenangan abadi bagi para ilmuwan matematika di seluruh dunia. Ia digelari Bapak Matematika karena keberhasilannya dalam memajukan cabang ilmu ini hingga mencapai puncaknya.

Dikutip dari buku : Seri Ilmuwan Muslim, Karangan : H.F Rahadian
baca selengkapnya »»

Rabu, 08 Desember 2010

BUKA LUWUR MAKAM SUNAN KUDUS


Acara yang sangat berkaitan dengan makam Sunan Kudus adalah acara Buka Luwur yang merupakan peristiwa rutin tiap tahun. Buka Luwur adalah upacara penggantian luwur atau kain mori yang digunakan untuk membungkus jirat, nisan, dan cungkup makam Sunan Kudus. Acara yang dilaksanakan setiap tanggal 10 Muharram itu sebenarnya acara pemasangan luwur yang baru. Buka luwurnya sendiri, sejak 6 tahun terakhir, dilakukan pada tiap tanggal 1 Muharram. Puncak acara Buka Luwur memberi kesan bagi masyarakat bahwa pada tanggal itulah hari wafatnya Sunan Kudus. Kesan ini timbul karena rangkaian acara pemasangan luwur selalu ditandai dengan acara tahlilan, yang identik dengan acara haul pada umumnya. Padahal, sebenarnya tanggal itu bukan tanggal wafat Sunan Kudus. Tanggal wafat Sunan Kudus sendiri tidak ada yang mengetahui secara pasti. Namun ada yang memperkirakan, Sunan Kudus wafat sekitar tahun 1550 . Dengan begitu, acara Buka Luwur sebenarnya merupakan upacara haul yang dikemas untuk menghindari anggapan masyarakat bahwa tanggal 10 Muharram adalah tanggal wafat Sunan Kudus.

Upacara Buka Luwur setiap tahunnya memiliki serangkaian ritus. Jamas keris atau mencuci keris pusaka Sunan Kudus merupakan bagian dari ritus awal. Penjamasan Keris luk sembilan Kiai Cinthoko atau sering disebut Kiai Cipthoko, jatuh pada setiap hari Senin atau Kamis pertama setelah hari Tasyriq (tanggal 11-13 Dzul Hijjah). Air yang digunakan untuk menjamas adalah air rendaman merang ketan hitam, dan penjemurannya pun di atas brambut ketan hitam pula. Dan seusai penjamasan dihidangkan suguhan atau banca'an berupa jajan pasar. Konon, selama proses penjamasan keris pusaka Sunan Kudus ini, keadaan cuaca selalu timbreng, yakni cuaca tidak dalam keadaan terik matahari dan tidak pula mendung, apalagi hujan.


Ritus yang cukup penting adalah membuka kain mori makam Sunan Kudus. Acara membuka luwur itu dilakukan pada tanggal 1 Muharram. Sejak tanggal itu sampai dengan puncak acara pemasangan luwur baru, diwarnai dengan berbagai ritus. Pada malam tanggal 9 Muharram digelar acara terbangan dan pembacaan Kitab Barzanji atau Maulid Nabi, dan diakhiri dengan Do'a Rasul. Pagi harinya, yaitu tanggal 9 Muharram pagi, dilakukan khataman al-Qur'an bi al-ghaib, Sementara khataman berlangsung dibuatlah “bubur suro” yaitu makanan yang berupa bubur yang diberi bumbu yang berasal dari berbagai macam rempah-rempah. Hal ini dimaksudkan sebagai “tafa’ul” kepada Nabi Nuh setelah habisnya air dari banjir yang melanda kaumnya, sedangkan makanan tersebut diyakini dapat menjadi obat berbagai macam penyakit. dan dilanjutkan dengan penyembelihan hewan seperti kerbau dan kambing sumbangan dari masyarakat yang akan dibagikan kembali kepada masyarakat.


Pada malam tanggal 10 Muharram digelar tahlil dan pengajian umum. Puncak acara Buka Luwur adalah pada tanggal 10 Muharram, yaitu pemasangan luwur baru. Acara Buka Luwur yang berpusat di Tajug (joglo tempat penerimaan tamu) itu dilakukan dengan beberapa prosesi, di antaranya adalah pembacaan riwayat Sunan Kudus, dilanjutkan dengan pembacaan kalimat tasbih bersama-sama. Rangkaian prosesi di Tajug ini diakhiri dengan pemasangan luwur baru dan ditutup dengan pembacaan tahlil berikut doanya. Pada hari yang sama, masyarakat ikut “berpesta” dengan memperebutkan makanan berupa nasi dan daging yang dibungkus daun jati.


Pelajaran paling berharga dari acara Buka Luwur, bagi masyarakat Kudus khususnya, adalah rekonstruksi kembali ingatan historisnya terhadap identitas lokal. Masih hidup dan terus bertumbuhnya komunitas muslim di Kudus, merupakan salah satu bukti nyata peninggalan sejarah kebudayaan dari Sunan Kudus sebagai seorang penyebar Islam di Pantai Utara Jawa. Makna “Kudus” sebagai kota suci, dan ketokohan Sunan Kudus sebagai ahli agama adalah artefak-artefak kebudayaan yang perlu terus digali.


Buka Luwur bagi masyarakat Kudus ibaratnya sebagai “pesta rakyat”. Hal ini dikarenakan, pada acara Buka Luwur melibatkan masyarakat secara aktif. Masyarakat mengumpulkan sendiri bahan-bahan makanan yang akan dibagikan, memasaknya sendiri, dan kemudian dibagikan kepada masyarakat lagi. Semua itu dilakukan dalam kerangka rasa syukur. Panitia Buka Luwur tahun 1427 H (2006 M) mencatat semua materi yang berkaitan dengan acara Buka Luwur berasal dari sumbangan masyarakat. Kain mori sumbangan masyarakat tercatat sebanyak 3.938 meter, dan kelambu sepanjang 120 meter. Sumbangan uang sebanyak Rp. 87.345.000, beras 12.072 kg, kerbau 11 ekor dan kambing 71 ekor. Belum lagi sumbangan berupa gula pasir, garam, kelapa dan sebagainya yang tidak mungkin dirinci. Semua sumbangan tersebut betul-betul murni dari partisipasi masyarakat, bukan dari hasil usaha panitia. Panitia dilarang mengajukan permohonan sumbangan material dalam bentuk apa pun kepada masyarakat. Larangan ini sudah turun temurun diwarisi dari para pinisepuh, “Buka Luwur jangan diada-adakan dan jangan diminta-mintakan, biarlah berjalan apa adanya”. Pengolahan bahan makanan melibatkan sekitar 1.000 orang, mulai dari penyembelihan, menanak nasi, memasak daging, membungkusi dan membagikan. Beras yang terkumpul selanjutnya ditanak menjadi nasi sebanyak 6.320 Kg, dan sisanya dibagikan kepada masyarakat, terutama yang dlu'afa, dan lembaga-lembaga sosial, seperti panitia-panitia haul tokoh-tokoh Islam dan panti-panti asuhan.Yang menarik untuk dicatat adalah proses penanakan nasi. Penanakan nasi dilakukan dalam 5 angkatan, 4 angkatan masing-masing sebanyak 1.440 kg dan angkatan terakhir 560 kg. Tiap angkatan melibatkan 16 buah dandhang yang masing-masing berkapasitas 80-100 kg beras. Dari sini saja terlihat bahwa penanakan nasi adalah sebuah “kerja kolosal” dengan melibatkan orang dalam jumlah massal, mulai dari pencuci, penanak nasi, pengatur tungku api, pengangkat nasi, ngeler dan ngipasi nasi panas, sampai dengan para pembungkus nasi. Sementara untuk memasak daging terbagi 2, yaitu daging dari hewan sumbangan biasa dan daging hewan yang diniati nadzar atau aqiqah. Daging biasa tercatat 2.958 kg, dan daging nadzar atau aqiqah tercatat 161 kg. Daging masak ini dibagi ke dalam 3 kategori, yaitu ukuran kecil 2 ons, ukuran sedang 3 ons, dan ukuran besar 4 ons. Yang menarik untuk diperhatikan adalah jenis masakan daging ini ada 2, yaitu dimasak dengan bumbu uyah asem dan jangkrik, keduanya adalah jenis masakan khas Kudus. Selanjutnya hasil masakan berupa nasi daging ini dibungkus dalam 4 kategori, yaitu brekat kecil, brekat sedang, brekat besar, dan nasi bungkusan daun jati. Brekat kecil berjumlah 1.604 buah, brekat sedang 78 buah, brekat besar 65 buah, dan nasi bungkus daun jati 23.100. Lagi-lagi ini menunjukkan sebuah “kerja kolosal”. Secara keseluruhan, brekat dari berbagai kategori berjumlah 24.847 buah, sebuah jumlah yang tidak terhitung kecil lagi. Untuk ini saja membutuhkan tenaga ekstra dalam membagikannya. Dari total 24.847 bungkus nasi, kalau diasumsikan setiap brekat kecil dimakan 4 orang, brekat sedang dimakan 6 orang, dan brekat besar dimakan 8 orang, serta nasi daging bungkus daun jati dimakan 2 orang, maka ada sekitar 53.604 orang yang dapat ikut menikmati makanan brekat dari Buka Luwur. Dari sini terlihat betapa Buka Luwur benar-benar ajang yang memiliki aspek “barakah” secara sosial.


Makna Buka Luwur

Buka Luwur merupakan sebuah ekspresi dari kepercayaan melalui akal yang mencoba memahami realita kebenaran mengenai manusia dan sejarah serta kalbu yang digunakan untuk memahami pesan firman-firman Tuhan melalui perasaan.

Hal itu menghasilkan rentetan ceremony atau upacara yang berlangsung secara kronologis dan berjalan secara turun menurun dari generasi ke generasi, yang menjadi ekspresi perasaan masyarakat dalam dinamika tindakannya.

Peringatan Buka Luwur mempunyai nilai yang cukup tinggi. Meneladani nilai-nilai dari perjuangan para wali khususnya sunan Kudus dalam hidup bermasyarakat.

Secara historis, dalam menyebarkan agama Islam para walisongo menggunakan berbagai macam cara yang disesuaikan dengan kebudayaan asli masyarakat Jawa yang dipengaruhi oleh kebudayaan Hindu-Budha.

Akhirnya agama Islam dapat diterima oleh masyarakat Jawa. Sikap toleran dan akomodatif terhadap kepercayaan dan budaya setempat memang dianggap membawa dampak negatif yaitu sinkretisasi.

Namun, aspek positifnya, ajaran-ajaran yang disinkretiskan tersebut menjadi jembatan yang memudahkan masyarakat Jawa dalam menrima Islam sebagai agama baru. Mereka sadar, apabila menginginkan Islam diterima oleh suatu komunitas tertentu haruslah bersifat akomodatif terhadap budaya lokal setempat tanpa harus kehilangan esensi keislamannya. Cara inilah yang nampaknya dilakukan oleh sunan Kudus.

Hal ini dapat menjadi pelajaran yang berharga dalam kehidupan masyarakat, dengan bentuk masjidnya yang menyerupai kulkul di Bali yang mencerminkan toleransinya terhadap pemeluk agama Hindu.




baca selengkapnya »»

Jumat, 03 Desember 2010

Kisah Ashabul Kahfi


Kisah Ashabul Kahfi


Mereka adalah para pemuda yang diberi petunjuk oleh Allah Ta’ala serta Dia mengilhami mereka keimanan, sehingga mereka mengenal Allah dan mengingkari keyakinan kaum mereka yang menyembah berhala. Mereka mengadakan pertemuan untuk membicarakan masalah akidah mereka disertai dengan perasaan takut akan kekejaman dan kekerasan kaum mereka, seraya berkata, artinya,

“Rabb kami adalah Rabb langit dan bumi, kami sekali-kali tidak menyeru Ilah selain Dia, sesungguhnya kami kalau demikian ،K.” (Al-Kahfi: 14), yakni jika seruan kami ditujukan kepada selain-Nya, ،§maka sungguh kami telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran.” (Al-Kahfi: 14), yakni perkataan keji, dusta dan zhalim. Sedangkan “kaum kami ini telah menjadikan selain Dia sebagai ilah-ilah (untuk disembah). Mengapa mereka tidak mengemukakan alasan yang terang (tentang kepercayaan mereka). Siapakah yang lebih zhalim daripada orang-orang yang mengada-ada kebohongan terhadap Allah.” (Al-Kahfi: 15).
Setelah mereka sepakat mengenai keyakinan tersebut dan menyadari bahwa mereka tidak mungkin menjelaskannya kepada kaum mereka, maka mereka memohon kepada Allah Ta’ala supaya dimudahkan urusan mereka, artinya, “Wahai Rabb kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini).” (Al-Kahfi: 10).

Kemudian mereka berlindung ke gua, lalu Allah Subhannahu wa Ta’ala memudahkan urusan mereka, melapangkan lubang gua serta menempatkan pintunya di sebelah utara, sehingga tidak terkena sinar matahari; baik ketika terbit maupun saat terbenam, dan mereka tertidur dalam gua di bawah penjagaan serta perlindungan Allah Subhannahu wa Ta’ala selama tiga ratus sembilan tahun. Allah Subhannahu wa Ta’ala telah melindungi mereka dari rasa takut, karena posisi mereka (gua) berdekatan dengan kota kaum mereka.
Allah Subhannahu wa Ta’ala senantiasa menjaga dan melindungi mereka dalam gua tersebut, sebagaimana dijelaskan dalam firman-Nya,artinya, “Dan kamu mengira mereka itu bangun padahal mereka tidur; dan kami balik-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri” (Al-Kahfi: 18), supaya bumi tidak membusukan tubuh mereka.
Kemudian Allah Subhannahu wa Ta’ala membangunkan mereka setelah tertidur dalam jangka waktu yang cukup lama “supaya mereka saling bertanya diantara mereka sendiri.” (Al-Kahfi: 19). Akhirnya mereka menemukan jawaban yang sesungguhnya, sebagaimana hal tersebut ditegaskan oleh Allah Ta’ala di dalam firman-Nya, artinya,
“Berkatalah salah seorang di antara mereka: “Sudah berapa lamakah kamu berada (di sini).” Mereka menjawab, “Kita berada (di sini) sehari atau setengah hari.” Berkata (yang lain lagi): “Rabb kamu lebih mengetahui berapa lama kamu berada (di sini). Maka suruhlah salah seorang di antara kamu pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini.” (Al-Kahfi: 19). Allah Subhannahu wa Ta’ala menjelaskan kisah ini hingga akhir.

Tanda-Tanda Kekuasaan Allah Dan Faidah-Faidah Yang Dapat Diambil Dari Kisah Tersebut
Di dalam kisah tersebut terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah Subhannahu wa Ta’ala dan faidah-faidah yang bermanfaat, di antaranya:
* Bahwa kisah ashhabul kahfi, meskipun sangat mengagumkan, tetapi bukan merupakan tanda kekuasaan Allah Subhannahu wa Ta’ala yang paling mengagumkan, karena Allah Subhannahu wa Ta’ala memiliki tanda-tanda kekuasaan tersendiri dan kisah-kisah lain yang di dalamnya terdapat pelajaran berharga bagi orang-orang yang berkenan merenungkannya.
* bahwa orang yang memohon perlindungan kepada Allah Subhannahu wa Ta’ala, maka Allah akan melindungi dan menyayanginya, dan menjadikan nya sebab-sebab untuk menunjukkan orang-orang yang sesat. Allah Subhannahu wa Ta’ala telah melindungi ashhabul kahfi dalam tidur mereka yang cukup lama dengan memelihara keimanan dan tubuh mereka dari gangguan serta pembunuhan kaum mereka dan Allah Subhannahu wa Ta’ala menjadikan bangunnya mereka dari tidur mereka sebagai tanda kesempurnaan kekuasaan-Nya, kebaikan-Nya yang banyak dan bermacam-macam, supaya hamba-hamba-Nya mengetahui bahwa janji Allah Subhannahu wa Ta’ala pasti benar.
* Adalah perintah menuntut ilmu-ilmu yang bermanfaat dan mendiskusikannya, karena Allah Ta’ala telah mengutus mereka untuk tujuan tersebut dan mengilhami mereka untuk berdiskusi di antara mereka seputar keyakinan mereka dan pengetahuan masyarakat mengenai keyakinan atau perilaku mereka sehingga diperoleh bukti-bukti dan pengetahuan bahwa janji Allah pasti benar dan sesungguhnya kiamat itu pasti terjadi tanpa ada keraguan di dalamnya.
* Adalah berkenaan dengan etika seseorang yang merasa samar mengenai sesuatu ilmu, maka hendaklah ia mengembalikannya kepada gurunya dan berusaha untuk memahami dengan seksama pelajaran yang telah diketahuinya.
* Bahwa sah mewakilkan dan mengadakan kerja sama dalam jual beli. Hal tersebut merujuk perkataan mereka,artinya, “Maka suruhlah salah seorang di antara kamu pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini”, kemudian “،K maka hendaklah dia membawa makanan itu untukmu.” (Al-Kahfi: 19).
* Bahwa diperbolehkannya memakan makanan yang baik-baik dan memilih makanan-makanan yang layak dan sesuai dengan selera seseorang selama tidak melebihi batas-batas kewajaran. Sedang jika melebihi batas-batas kewajaran maka hal tersebut termasuk perbuatan yang dilarang. Hal itu didasarkan kepada perkataan salah seorang dari mereka,artinya, “،K dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, maka hendaklah dia membawa makanan itu untukmu.” (Al-Kahfi: 19).
* Adalah berkenaan dengan anjuran supaya memelihara, melindungi serta menjauhkan diri dari perbuatan yang dapat menimbulkan fitnah dalam urusan agama dan harus menyembunyikan ilmu yang mendorong manusia berbuat jahat.
* Adalah berkenaan dengan keterangan yang menjelaskan perhatian dan kecintaan para pemuda itu kepada agama yang benar, pelarian mereka untuk menjauhkan diri dari semua fitnah dalam urusan agama mereka dan pengasingan diri mereka dengan meninggalkan kampung halaman serta kebiasaan mereka untuk menempuh jalan Allah Subhannahu wa Ta’ala.
* Adalah berkenaan dengan keterangan yang menjelaskan hal-hal yang tercakup dalam kejahatan, seperti kemadharatan dan kerusakan yang mengundang kemurkaan Allah Æ’¹ dan kewajiban meninggalkannya, dan meniggalkannya merupakan jalan yang harus ditempuh oleh kaum mukminin.
* Bahwa firman Allah Subhannahu wa Ta’ala,artinya, “Orang-orang yang berkuasa atas urusan mereka berkata, “Sesungguhnya kami akan mendirikan sebuah rumah peribadatan di atasnya.” (Al-Kahfi: 21) menunjukkan bahwa orang-orang yang berkuasa yang dimaksud ialah para penguasa ketika mereka dibangunkan dari tidur mereka yaitu para penguasa yang telah beragama dengan agama yang benar, karena para penguasa itu mengagungkan dan memuliakan mereka, sehingga para penguasa tersebut berniat membangun sebuah rumah peribadatan di atas gua mereka.

Meski hal itu dilarang khususnya dalam syari’at agama, maka yang dimaksud ialah menjelaskan tentang ketakutan luar biasa yang dirasakan Ashhabul Kahfi ketika membela dan mempertahankan keimanan mereka sehingga harus berlindung di sebuah gua dan setelah itu Allah Subhannahu wa Ta’ala membalas perjuangan mereka dengan penghormatan dan pengagungan dari manusia. Hal itu merupakan kebiasaan Allah Subhannahu wa Ta’ala dalam membalas seseorang yang telah memikul penderitaan karena-Nya serta menetapkan baginya balasan yang terpuji.
* Bahwa pembahasan yang panjang lebar dan bertele-tele dalam masalah-masalah yang tidak penting; maka hal itu tidak perlu mendapatkan perhatian yang serius. Hal itu merujuk firman Allah Ta’ala,artinya, “Karena itu janganlah kamu (Muhammad) bertengkar tentang hal mereka, kecuali pertengkaran lahir saja dan jangan kamu menanyakan tentang mereka (pemuda-pemuda itu) kepada seorang pun di antara mereka.” (Al-Kahfi: 22).
* Bahwa bertanya kepada seseorang yang tidak berilmu dalam masalah yang akan dimintai pertanggungan jawab di dalamnya atau orang yang tidak dapat dipercaya adalah terlarang. Hal itu merujuk firman Allah Ta’ala,artinya, “،K dan jangan kamu menanyakan tentang mereka (pemuda-pemuda itu) kepada seorang pun di antara mereka.” (Al-Kahfi: 22).

Sumber: Qishash al Anbiya،¦, Syaikh Abdur Rahman bin Nashir as-Sa،¦di, kisah no 33 dan 34. (Abu Hilmi)
baca selengkapnya »»
/

Banner Link Sahabat