- Home
- Tukar Link ▼
- about me ▼
- Download ▼
- Tips + Trik ▼
- NgeBLOG ▼
- ANIMASI n ART ▼
- Seputar Pernikahan ▼
- Lamaran ▼
- cara membuat dan menghias hantaran
- hantaran bentuk masjid
- hantaran handuk bentuk gajah
- hantaran bentuk bebek
- hantaran bentuk kue tart
- hantaran bentuk kelinci
- hantaran bentuk bunga
- hantaran bentuk Kodok
- hantaran ikan koki dari bra
- hantaran bentuk cumi
- hantaran kain bentuk merak
- hantaran mukena bentuk Angsa
- hantaran bentuk capung
- hantaran bentuk ayam jago
- hantaran handuk bentuk gajah
- UNIK + ANEH▼
- 10 Robot unik
- 4 Lift Unik
- 6 kamar hoter terUnik
- 11 Mobil Termahal
- 10 Manusia Raksasa
- 10 bangunan tertinggi di dunia
- 10 kota berarsitektur terbaik
- 10 rumah terunik didunia
- Misteri Piramida Kuno
- 8 Gedung Terunik
- 10 Rumah Terunik
- 8 Air Terjun Tercantik
- 10 Stadion Termahal
- 12 Gedung Kampus dan sekolah terunik
- 7 Kasur Terunik
- 5 Coklat Termahal
- 10 Mobil terUnik
- 10 Jembatan Terpanjang
- 10 Kastil Termegah
- 10 Kastil Termegah
- Seputar Islam ▼
- GAME ▼
- Resep Masakan ▼
- Soto Daging
- Rendang
- Ayam Bakar Madu
- Ayam Bakar Kecap
- ayam goreng mbok berek
- Puding Roti Mari
- Capcay
- Nasi goreng
- Kue Ulang Tahun
- Chocolate Balls
- Dadar Kentang
- Bola-bola Kentang
- Puding Coklat
- Martabak Telur
- Nasi goreng Kemangi
- Martabak Manis
- Brownies Kukus
- Rainbow Cake
- Nasi Kuning
- Kue Coklat Karamel
- Cahm Mie Tauge
Selasa, 21 Desember 2010
ISYARAT KEILMUAN PERISTIWA ISRA’MI’RAJ
Jin dan Syetan
Jumat, 17 Desember 2010
Sejarah yang Hilang: Kejayaan Ilmuwan Islam Abad ke-8 s/d 16
2. Orang Yunani kuno percaya bahwa mata kita memancarkan sinar, seperti laser, yang membuat kita dapat melihat. Orang pertama yang menyadari bahwa sinar memasuki mata, bukannya keluar dari mata, adalah seorang ahli fisika, astronomi dan matematika Muslim di abad ke-10, Ibn al-Haitham. Beliau menciptakan kamera lubang-jarum pertama setelah mengamati bagaimana sinar menembus melalui lubang di penutup jendela. Beliau menemukan bahwa semakin kecil lubang, semakin jelas gambar yang dihasilkan. Beliau lalu menciptakan kamera Obscura pertama (dari bahasa Arab qamara yang artinya kamar gelap dan pribadi). Ibn al-Haitham juga orang pertama yang mengubah fisika dari kegiatan filosofis menjadi aktivitas eksperimental.
6. Distilasi, cara memisahkan benda cair melalui perbedaan titik didihnya, diciptakan sekitar tahun 800 oleh ilmuwan terkemuka Islam, Jabir ibn Hayyan, yang mengubah alkemi menjadi ilmu kimia, menemukan berbagai alat dan proses dasar yang masih kita gunakan hingga kini – pencairan (liquefaction), kristalisasi, distilasi, pemurnian, oksodasi, penguapan dan filtrasi. Selain itu, beliau menemukan asam nitrit dan asam sulfur, dan penyulingan yang membuat dunia mengenal air mawar, parfum dan cairan yang mengandung alkohol lainnya (meskipun meminumnya adalah haram menurut ajaran Islam). Ibn Hayyan menekankan pada eksperimen yang sistematik dan menjadi pendiri ilmu kimia modern.
7. Poros engkol adalah alat yang mengubah gerakan berputar menjadi gerakan linier dan menjadi inti berbagai mesin dalam dunia modern, setidaknya dalam mesin pembakaran internal. Salah satu penemuan mekanis terpenting dalam sejarah manusia ini diciptakan oleh insinyur Muslim bernama al-Jazari untuk mengangkat air untuk keperluan irigasi. Bukunya yang berjudul Kitab Pengetahuan tentang Alat-alat Mekanik menunjukkan bahwa beliau juga menciptakan dan menyempurnakan penggunaan katup dan piston, dan juga sebagai Bapak Robotika. Salah satu dari 50 penemuannya adalah kunci kombinasi.
8. Quilting adalah metode menjahit atau menyatukan dua lapis kain dengan menyisipkan lapisan penghangat di antaranya. Tidak terlalu jelas apakah ini ditemukan di dunia Muslim atau diimpor dari India atau Cina. Namun yang pasti quilting ini tiba di dunia Barat dibawa oleh pasukan Perang Salib. Mereka melihatnya dikenakan oleh prajurit Saracen, yang memakai kain quilt berisi jerami sebagai baju perang. Selain sebagai bentuk perlindungan, quilt juga terbukti menjadi alat penghangat yang efektif – sehingga menjadi industri rumahan di tempat beriklim lebih dingin seperti Inggris dan Belanda.
9. Bentuk lengkung meruncing yang menjadi karakteristik katedral Gothic di Eropa adalah penemuan yang berasal dari arsitektur Islam. Model seperti ini lebih kuat dari model lengkung membulat yang dipakai oleh Bangsa Romawi dan Normandia, sehingga memungkinkan membangun gedung yang lebih besar, lebih tinggi, lebih kompleks dan lebih megah. Penemuan yang diambil dari bangsa Muslim lainnya adalah lengkung bergerigi, jendela mawar dan teknik gedung berkubah. Puri-puri di Eropa juga mengadaptasi arsitektur Islam – dengan arrow slit (celah di tembok benteng di mana prajurit bisa mengarahkan panah tanpa terlihat), battlement (bentuk bergerigi di bagian atas benteng), barbican (menara benteng) dan parapet (tembok pertahanan rendah di sepanjang balkon). Menara dan benteng berbentuk persegi digantikan dengan bentuk melingkar yang membuatnya lebih mudah dipertahankan. Arsitek kastil Henry V adalah seorang Muslim.
10. Banyak peralatan bedah modern menggunakan desain yang sama dengan yang diciptakan oleh ahli bedah Muslim abad ke-10 bernama al-Zahrawi. Skapel, gergaji tulang, tang dan gunting kecil untuk operasi mata dan banyak dari 200 ciptaannya digunakan dalam dunia bedah modern. Beliau juga menemukan bahwa catgut (benang untuk menjahit dalam pembedahan yang dibuat dari usus kambing atau hewan lainnya) dapat hancur secara alami (beliau menemukannya ketika melihat monyet peliharaannya memakan dawai kecapinya yang dibuat dari bahan sejenis) dan dapat pula digunakan sebagai kapsul obat-obatan. Di abad ke-13, seorang dokter Muslim bernama Ibn Nafis telah menjabarkan sirkulasi darah, 300 tahun sebelum William Harveymenemukannya. Dokter-dokter Muslim juga menemukan obat bius dari campuran opium dan alkohol dan menciptakan jarum berongga untuk menyedot katarak dari mata, suatu teknik yang masih digunakan hingga sekarang.
11. Kincir angin ditemukan pada tahun 634 bagi seorang kalifah Persia dan digunakan untuk memipil jagung dan mengangkat air untuk irigasi. Di gurun pasir nan luas di tanah Arab, ketika musim kering tiba, satu-satunya sumber tenaga adalah angin yang bertiup dengan kecepatan tetap dari satu arah selama berbulan-bulan. Kincir angin ini memiliki 6 atau 12 layar yang terbungkus kain atau daun kurma. Itu terjadi 500 tahun sebelum kincir angin pertama dibuat di Eropa.
13. Pena diciptakan untuk Sultan Mesir di tahun 953 setelah beliau meminta alat tulis yang tidak menodai tangan dan pakaiannya. Pena menahan tinta dalam sebuah wadah, dan pada pena modern, mengalirkan tinta ke mata pena dengan kombinasi gaya gravitasi dan kapiler.
14. Sistem angka yang digunakan di seluruh dunia barangkali berasal dari India namun penulisan bilangan adalah berdasarkan model Arab dan pertama kali dicetak dalam karya matematikawan Muslim al-Khawarizmi dan al-Kindi sekitar tahun 825. Istilah aljabar (Inggris: algebra) berasal dari buku al-Khawarizmi, Al-Jabr wa-al-Muqabilah, yang hingga kini masih banyak dipakai. Karya para ilmuwan Muslim diimpor ke Eropa 300 kemudian oleh ahli matematika Italia Fibonacci. Algoritma dan banyak teori trigonometri lain berasal dari dunia Muslim. Penemuan al-Kindi mengenai analisis frekuensi menggantikan sistem pengkodean kuno dan menjadi dasar kriptologi modern.
15. Ali ibn Nafi, atau yang dikenal dengan julukan Ziryab (Burung Hitam) datang dari Irak ke Cordoba pada abad ke-9 dan membawa gaya makan yang terdiri dari tiga bagian, yaitu sup, diikuti dengan ikan atau daging, lalu buah-buahan dan kacang-kacangan. Beliau juga memperkenalkan gelas kristal (yang diciptakan oleh Abbas ibn Firnas setelah bereksperimen dengan batu kristal – lihat poin no 4).
16. Karpet dianggap sebagai bagian dari surga oleh kaum Muslim pada abad pertengahan, berkat teknik tenun yang maju, penemuan pewarna dari dunia kimia dan kepekaan yang tinggi terhadap pola dan ornamen yang menjadi dasar seni yang tidak hanya mewakili Islam. Sebelum karpet dari Arab dan Persia masuk ke Eropa, lantai rumah di sana biasanya terabaikan. Di Inggris, seperti ditulis oleh Erasmus, lantai mereka “kotor, kadang-kadang diperbaharui, namun sangat tidak sempurna hingga lapisan bawahnya tidak tersentuh, terkadang hingga 20 tahun, menjadi tempat pembuangan ludah, muntahan, air seni manusia dan anjing, tumpahan minuman, serpihan-serpihan ikan dan kotoran-kotoran lain yang tak layak disebutkan”. Tidak mengejutkan, karpet segera merebut hati mereka.
17. Cek moderen berasal dari bahasa Arab saqq, yaitu perjanjian tertulis untuk membayar setelah barang yang dikirimkan tiba, untuk menghindari hilangnya uang jika dibawa dalam perjalanan melintasi daerah yang berbahaya. Di abad ke-9, seorang saudagar Muslim dapat menguangkan cek di China dari rekeningnya di bank di Baghdad.
19. Meskipun bangsa China akrab dengan bubuk mesiu, dan menggunakannya dalam kembang api, namun bangsa Arablah yang menemukan bubuk mesiu dapat dimurnikan dengan potasium nitrat untuk kepentingan militer. Peralatan ledak kaum Muslim membuat takut pasukan Perang Salib. Di abad ke-15 mereka telah menemukan roket – yang disebut “telur yang menyala dan melaju sendiri” - dan torpedo – bom berbentuk buah pir yang memiliki ujung runcing di bagian depan yang dapat mengarah sendiri ke kapal musuh dan meledakkannya.
20.Bangsa Eropa di abad pertengahan memiliki dapur dan kebun bumbu dapur, namun bangsa Arablah yang mengembangkan gagasan kebun sebagai tempat keindahan dan meditasi. Kebun atau taman pertama yang menawarkan keindahan di Eropa dibuka oleh bangsa Muslim Spanyol di abad ke-11. Bunga yang berasal dari taman Muslim antara lain anyelir dan tulip.
21.Jauh sebelum berkembang pesat seperti sekarang, ilmu kimia telah dikenal luas masyarakat abad pertengahan. Saat itulah awal mula cabang ilmu eksakta ini ada. Tapi, tahukah Anda siapa penemu dan pengembang ilmu kimia ini? Adalah Abu Musa Jabir Ibn Hayyan (721-815 H), ilmuwan Muslim pertama yang menemukan dan mengenalkan disiplin ilmu kimia tersebut di abad ke-8 M jauh sebelum ahli kimia barat bernama John Dalton (1766 – 1844) mencetuskan teori molekul kimia.
Kamis, 16 Desember 2010
Biografi Penemu Angka Nol
Rabu, 08 Desember 2010
BUKA LUWUR MAKAM SUNAN KUDUS
Acara yang sangat berkaitan dengan makam Sunan Kudus adalah acara Buka Luwur yang merupakan peristiwa rutin tiap tahun. Buka Luwur adalah upacara penggantian luwur atau kain mori yang digunakan untuk membungkus jirat, nisan, dan cungkup makam Sunan Kudus. Acara yang dilaksanakan setiap tanggal 10 Muharram itu sebenarnya acara pemasangan luwur yang baru. Buka luwurnya sendiri, sejak 6 tahun terakhir, dilakukan pada tiap tanggal 1 Muharram. Puncak acara Buka Luwur memberi kesan bagi masyarakat bahwa pada tanggal itulah hari wafatnya Sunan Kudus. Kesan ini timbul karena rangkaian acara pemasangan luwur selalu ditandai dengan acara tahlilan, yang identik dengan acara haul pada umumnya. Padahal, sebenarnya tanggal itu bukan tanggal wafat Sunan Kudus. Tanggal wafat Sunan Kudus sendiri tidak ada yang mengetahui secara pasti. Namun ada yang memperkirakan, Sunan Kudus wafat sekitar tahun 1550 . Dengan begitu, acara Buka Luwur sebenarnya merupakan upacara haul yang dikemas untuk menghindari anggapan masyarakat bahwa tanggal 10 Muharram adalah tanggal wafat Sunan Kudus.
Upacara Buka Luwur setiap tahunnya memiliki serangkaian ritus. Jamas keris atau mencuci keris pusaka Sunan Kudus merupakan bagian dari ritus awal. Penjamasan Keris luk sembilan Kiai Cinthoko atau sering disebut Kiai Cipthoko, jatuh pada setiap hari Senin atau Kamis pertama setelah hari Tasyriq (tanggal 11-13 Dzul Hijjah). Air yang digunakan untuk menjamas adalah air rendaman merang ketan hitam, dan penjemurannya pun di atas brambut ketan hitam pula. Dan seusai penjamasan dihidangkan suguhan atau banca'an berupa jajan pasar. Konon, selama proses penjamasan keris pusaka Sunan Kudus ini, keadaan cuaca selalu timbreng, yakni cuaca tidak dalam keadaan terik matahari dan tidak pula mendung, apalagi hujan.
Ritus yang cukup penting adalah membuka kain mori makam Sunan Kudus. Acara membuka luwur itu dilakukan pada tanggal 1 Muharram. Sejak tanggal itu sampai dengan puncak acara pemasangan luwur baru, diwarnai dengan berbagai ritus. Pada malam tanggal 9 Muharram digelar acara terbangan dan pembacaan Kitab Barzanji atau Maulid Nabi, dan diakhiri dengan Do'a Rasul. Pagi harinya, yaitu tanggal 9 Muharram pagi, dilakukan khataman al-Qur'an bi al-ghaib, Sementara khataman berlangsung dibuatlah “bubur suro” yaitu makanan yang berupa bubur yang diberi bumbu yang berasal dari berbagai macam rempah-rempah. Hal ini dimaksudkan sebagai “tafa’ul” kepada Nabi Nuh setelah habisnya air dari banjir yang melanda kaumnya, sedangkan makanan tersebut diyakini dapat menjadi obat berbagai macam penyakit. dan dilanjutkan dengan penyembelihan hewan seperti kerbau dan kambing sumbangan dari masyarakat yang akan dibagikan kembali kepada masyarakat.
Pada malam tanggal 10 Muharram digelar tahlil dan pengajian umum. Puncak acara Buka Luwur adalah pada tanggal 10 Muharram, yaitu pemasangan luwur baru. Acara Buka Luwur yang berpusat di Tajug (joglo tempat penerimaan tamu) itu dilakukan dengan beberapa prosesi, di antaranya adalah pembacaan riwayat Sunan Kudus, dilanjutkan dengan pembacaan kalimat tasbih bersama-sama. Rangkaian prosesi di Tajug ini diakhiri dengan pemasangan luwur baru dan ditutup dengan pembacaan tahlil berikut doanya. Pada hari yang sama, masyarakat ikut “berpesta” dengan memperebutkan makanan berupa nasi dan daging yang dibungkus daun jati.
Pelajaran paling berharga dari acara Buka Luwur, bagi masyarakat Kudus khususnya, adalah rekonstruksi kembali ingatan historisnya terhadap identitas lokal. Masih hidup dan terus bertumbuhnya komunitas muslim di Kudus, merupakan salah satu bukti nyata peninggalan sejarah kebudayaan dari Sunan Kudus sebagai seorang penyebar Islam di Pantai Utara Jawa. Makna “Kudus” sebagai kota suci, dan ketokohan Sunan Kudus sebagai ahli agama adalah artefak-artefak kebudayaan yang perlu terus digali.
Buka Luwur bagi masyarakat Kudus ibaratnya sebagai “pesta rakyat”. Hal ini dikarenakan, pada acara Buka Luwur melibatkan masyarakat secara aktif. Masyarakat mengumpulkan sendiri bahan-bahan makanan yang akan dibagikan, memasaknya sendiri, dan kemudian dibagikan kepada masyarakat lagi. Semua itu dilakukan dalam kerangka rasa syukur. Panitia Buka Luwur tahun 1427 H (2006 M) mencatat semua materi yang berkaitan dengan acara Buka Luwur berasal dari sumbangan masyarakat. Kain mori sumbangan masyarakat tercatat sebanyak 3.938 meter, dan kelambu sepanjang 120 meter. Sumbangan uang sebanyak Rp. 87.345.000, beras 12.072 kg, kerbau 11 ekor dan kambing 71 ekor. Belum lagi sumbangan berupa gula pasir, garam, kelapa dan sebagainya yang tidak mungkin dirinci. Semua sumbangan tersebut betul-betul murni dari partisipasi masyarakat, bukan dari hasil usaha panitia. Panitia dilarang mengajukan permohonan sumbangan material dalam bentuk apa pun kepada masyarakat. Larangan ini sudah turun temurun diwarisi dari para pinisepuh, “Buka Luwur jangan diada-adakan dan jangan diminta-mintakan, biarlah berjalan apa adanya”. Pengolahan bahan makanan melibatkan sekitar 1.000 orang, mulai dari penyembelihan, menanak nasi, memasak daging, membungkusi dan membagikan. Beras yang terkumpul selanjutnya ditanak menjadi nasi sebanyak 6.320 Kg, dan sisanya dibagikan kepada masyarakat, terutama yang dlu'afa, dan lembaga-lembaga sosial, seperti panitia-panitia haul tokoh-tokoh Islam dan panti-panti asuhan.Yang menarik untuk dicatat adalah proses penanakan nasi. Penanakan nasi dilakukan dalam 5 angkatan, 4 angkatan masing-masing sebanyak 1.440 kg dan angkatan terakhir 560 kg. Tiap angkatan melibatkan 16 buah dandhang yang masing-masing berkapasitas 80-100 kg beras. Dari sini saja terlihat bahwa penanakan nasi adalah sebuah “kerja kolosal” dengan melibatkan orang dalam jumlah massal, mulai dari pencuci, penanak nasi, pengatur tungku api, pengangkat nasi, ngeler dan ngipasi nasi panas, sampai dengan para pembungkus nasi. Sementara untuk memasak daging terbagi 2, yaitu daging dari hewan sumbangan biasa dan daging hewan yang diniati nadzar atau aqiqah. Daging biasa tercatat 2.958 kg, dan daging nadzar atau aqiqah tercatat 161 kg. Daging masak ini dibagi ke dalam 3 kategori, yaitu ukuran kecil 2 ons, ukuran sedang 3 ons, dan ukuran besar 4 ons. Yang menarik untuk diperhatikan adalah jenis masakan daging ini ada 2, yaitu dimasak dengan bumbu uyah asem dan jangkrik, keduanya adalah jenis masakan khas Kudus. Selanjutnya hasil masakan berupa nasi daging ini dibungkus dalam 4 kategori, yaitu brekat kecil, brekat sedang, brekat besar, dan nasi bungkusan daun jati. Brekat kecil berjumlah 1.604 buah, brekat sedang 78 buah, brekat besar 65 buah, dan nasi bungkus daun jati 23.100. Lagi-lagi ini menunjukkan sebuah “kerja kolosal”. Secara keseluruhan, brekat dari berbagai kategori berjumlah 24.847 buah, sebuah jumlah yang tidak terhitung kecil lagi. Untuk ini saja membutuhkan tenaga ekstra dalam membagikannya. Dari total 24.847 bungkus nasi, kalau diasumsikan setiap brekat kecil dimakan 4 orang, brekat sedang dimakan 6 orang, dan brekat besar dimakan 8 orang, serta nasi daging bungkus daun jati dimakan 2 orang, maka ada sekitar 53.604 orang yang dapat ikut menikmati makanan brekat dari Buka Luwur. Dari sini terlihat betapa Buka Luwur benar-benar ajang yang memiliki aspek “barakah” secara sosial.
Buka Luwur merupakan sebuah ekspresi dari kepercayaan melalui akal yang mencoba memahami realita kebenaran mengenai manusia dan sejarah serta kalbu yang digunakan untuk memahami pesan firman-firman Tuhan melalui perasaan.
Hal itu menghasilkan rentetan ceremony atau upacara yang berlangsung secara kronologis dan berjalan secara turun menurun dari generasi ke generasi, yang menjadi ekspresi perasaan masyarakat dalam dinamika tindakannya.
Peringatan Buka Luwur mempunyai nilai yang cukup tinggi. Meneladani nilai-nilai dari perjuangan para wali khususnya sunan Kudus dalam hidup bermasyarakat.
Secara historis, dalam menyebarkan agama Islam para walisongo menggunakan berbagai macam cara yang disesuaikan dengan kebudayaan asli masyarakat Jawa yang dipengaruhi oleh kebudayaan Hindu-Budha.
Akhirnya agama Islam dapat diterima oleh masyarakat Jawa. Sikap toleran dan akomodatif terhadap kepercayaan dan budaya setempat memang dianggap membawa dampak negatif yaitu sinkretisasi.
Namun, aspek positifnya, ajaran-ajaran yang disinkretiskan tersebut menjadi jembatan yang memudahkan masyarakat Jawa dalam menrima Islam sebagai agama baru. Mereka sadar, apabila menginginkan Islam diterima oleh suatu komunitas tertentu haruslah bersifat akomodatif terhadap budaya lokal setempat tanpa harus kehilangan esensi keislamannya. Cara inilah yang nampaknya dilakukan oleh sunan Kudus.
Hal ini dapat menjadi pelajaran yang berharga dalam kehidupan masyarakat, dengan bentuk masjidnya yang menyerupai kulkul di Bali yang mencerminkan toleransinya terhadap pemeluk agama Hindu.
Jumat, 03 Desember 2010
Kisah Ashabul Kahfi
Kisah Ashabul Kahfi
“Rabb kami adalah Rabb langit dan bumi, kami sekali-kali tidak menyeru Ilah selain Dia, sesungguhnya kami kalau demikian ،K.” (Al-Kahfi: 14), yakni jika seruan kami ditujukan kepada selain-Nya, ،§maka sungguh kami telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran.” (Al-Kahfi: 14), yakni perkataan keji, dusta dan zhalim. Sedangkan “kaum kami ini telah menjadikan selain Dia sebagai ilah-ilah (untuk disembah). Mengapa mereka tidak mengemukakan alasan yang terang (tentang kepercayaan mereka). Siapakah yang lebih zhalim daripada orang-orang yang mengada-ada kebohongan terhadap Allah.” (Al-Kahfi: 15).
Setelah mereka sepakat mengenai keyakinan tersebut dan menyadari bahwa mereka tidak mungkin menjelaskannya kepada kaum mereka, maka mereka memohon kepada Allah Ta’ala supaya dimudahkan urusan mereka, artinya, “Wahai Rabb kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini).” (Al-Kahfi: 10).
Kemudian mereka berlindung ke gua, lalu Allah Subhannahu wa Ta’ala memudahkan urusan mereka, melapangkan lubang gua serta menempatkan pintunya di sebelah utara, sehingga tidak terkena sinar matahari; baik ketika terbit maupun saat terbenam, dan mereka tertidur dalam gua di bawah penjagaan serta perlindungan Allah Subhannahu wa Ta’ala selama tiga ratus sembilan tahun. Allah Subhannahu wa Ta’ala telah melindungi mereka dari rasa takut, karena posisi mereka (gua) berdekatan dengan kota kaum mereka.
Allah Subhannahu wa Ta’ala senantiasa menjaga dan melindungi mereka dalam gua tersebut, sebagaimana dijelaskan dalam firman-Nya,artinya, “Dan kamu mengira mereka itu bangun padahal mereka tidur; dan kami balik-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri” (Al-Kahfi: 18), supaya bumi tidak membusukan tubuh mereka.
Kemudian Allah Subhannahu wa Ta’ala membangunkan mereka setelah tertidur dalam jangka waktu yang cukup lama “supaya mereka saling bertanya diantara mereka sendiri.” (Al-Kahfi: 19). Akhirnya mereka menemukan jawaban yang sesungguhnya, sebagaimana hal tersebut ditegaskan oleh Allah Ta’ala di dalam firman-Nya, artinya,
“Berkatalah salah seorang di antara mereka: “Sudah berapa lamakah kamu berada (di sini).” Mereka menjawab, “Kita berada (di sini) sehari atau setengah hari.” Berkata (yang lain lagi): “Rabb kamu lebih mengetahui berapa lama kamu berada (di sini). Maka suruhlah salah seorang di antara kamu pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini.” (Al-Kahfi: 19). Allah Subhannahu wa Ta’ala menjelaskan kisah ini hingga akhir.
Tanda-Tanda Kekuasaan Allah Dan Faidah-Faidah Yang Dapat Diambil Dari Kisah Tersebut
Di dalam kisah tersebut terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah Subhannahu wa Ta’ala dan faidah-faidah yang bermanfaat, di antaranya:
* Bahwa kisah ashhabul kahfi, meskipun sangat mengagumkan, tetapi bukan merupakan tanda kekuasaan Allah Subhannahu wa Ta’ala yang paling mengagumkan, karena Allah Subhannahu wa Ta’ala memiliki tanda-tanda kekuasaan tersendiri dan kisah-kisah lain yang di dalamnya terdapat pelajaran berharga bagi orang-orang yang berkenan merenungkannya.
* bahwa orang yang memohon perlindungan kepada Allah Subhannahu wa Ta’ala, maka Allah akan melindungi dan menyayanginya, dan menjadikan nya sebab-sebab untuk menunjukkan orang-orang yang sesat. Allah Subhannahu wa Ta’ala telah melindungi ashhabul kahfi dalam tidur mereka yang cukup lama dengan memelihara keimanan dan tubuh mereka dari gangguan serta pembunuhan kaum mereka dan Allah Subhannahu wa Ta’ala menjadikan bangunnya mereka dari tidur mereka sebagai tanda kesempurnaan kekuasaan-Nya, kebaikan-Nya yang banyak dan bermacam-macam, supaya hamba-hamba-Nya mengetahui bahwa janji Allah Subhannahu wa Ta’ala pasti benar.
* Adalah perintah menuntut ilmu-ilmu yang bermanfaat dan mendiskusikannya, karena Allah Ta’ala telah mengutus mereka untuk tujuan tersebut dan mengilhami mereka untuk berdiskusi di antara mereka seputar keyakinan mereka dan pengetahuan masyarakat mengenai keyakinan atau perilaku mereka sehingga diperoleh bukti-bukti dan pengetahuan bahwa janji Allah pasti benar dan sesungguhnya kiamat itu pasti terjadi tanpa ada keraguan di dalamnya.
* Adalah berkenaan dengan etika seseorang yang merasa samar mengenai sesuatu ilmu, maka hendaklah ia mengembalikannya kepada gurunya dan berusaha untuk memahami dengan seksama pelajaran yang telah diketahuinya.
* Bahwa sah mewakilkan dan mengadakan kerja sama dalam jual beli. Hal tersebut merujuk perkataan mereka,artinya, “Maka suruhlah salah seorang di antara kamu pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini”, kemudian “،K maka hendaklah dia membawa makanan itu untukmu.” (Al-Kahfi: 19).
* Bahwa diperbolehkannya memakan makanan yang baik-baik dan memilih makanan-makanan yang layak dan sesuai dengan selera seseorang selama tidak melebihi batas-batas kewajaran. Sedang jika melebihi batas-batas kewajaran maka hal tersebut termasuk perbuatan yang dilarang. Hal itu didasarkan kepada perkataan salah seorang dari mereka,artinya, “،K dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, maka hendaklah dia membawa makanan itu untukmu.” (Al-Kahfi: 19).
* Adalah berkenaan dengan anjuran supaya memelihara, melindungi serta menjauhkan diri dari perbuatan yang dapat menimbulkan fitnah dalam urusan agama dan harus menyembunyikan ilmu yang mendorong manusia berbuat jahat.
* Adalah berkenaan dengan keterangan yang menjelaskan perhatian dan kecintaan para pemuda itu kepada agama yang benar, pelarian mereka untuk menjauhkan diri dari semua fitnah dalam urusan agama mereka dan pengasingan diri mereka dengan meninggalkan kampung halaman serta kebiasaan mereka untuk menempuh jalan Allah Subhannahu wa Ta’ala.
* Adalah berkenaan dengan keterangan yang menjelaskan hal-hal yang tercakup dalam kejahatan, seperti kemadharatan dan kerusakan yang mengundang kemurkaan Allah Æ’¹ dan kewajiban meninggalkannya, dan meniggalkannya merupakan jalan yang harus ditempuh oleh kaum mukminin.
* Bahwa firman Allah Subhannahu wa Ta’ala,artinya, “Orang-orang yang berkuasa atas urusan mereka berkata, “Sesungguhnya kami akan mendirikan sebuah rumah peribadatan di atasnya.” (Al-Kahfi: 21) menunjukkan bahwa orang-orang yang berkuasa yang dimaksud ialah para penguasa ketika mereka dibangunkan dari tidur mereka yaitu para penguasa yang telah beragama dengan agama yang benar, karena para penguasa itu mengagungkan dan memuliakan mereka, sehingga para penguasa tersebut berniat membangun sebuah rumah peribadatan di atas gua mereka.
Meski hal itu dilarang khususnya dalam syari’at agama, maka yang dimaksud ialah menjelaskan tentang ketakutan luar biasa yang dirasakan Ashhabul Kahfi ketika membela dan mempertahankan keimanan mereka sehingga harus berlindung di sebuah gua dan setelah itu Allah Subhannahu wa Ta’ala membalas perjuangan mereka dengan penghormatan dan pengagungan dari manusia. Hal itu merupakan kebiasaan Allah Subhannahu wa Ta’ala dalam membalas seseorang yang telah memikul penderitaan karena-Nya serta menetapkan baginya balasan yang terpuji.
* Bahwa pembahasan yang panjang lebar dan bertele-tele dalam masalah-masalah yang tidak penting; maka hal itu tidak perlu mendapatkan perhatian yang serius. Hal itu merujuk firman Allah Ta’ala,artinya, “Karena itu janganlah kamu (Muhammad) bertengkar tentang hal mereka, kecuali pertengkaran lahir saja dan jangan kamu menanyakan tentang mereka (pemuda-pemuda itu) kepada seorang pun di antara mereka.” (Al-Kahfi: 22).
* Bahwa bertanya kepada seseorang yang tidak berilmu dalam masalah yang akan dimintai pertanggungan jawab di dalamnya atau orang yang tidak dapat dipercaya adalah terlarang. Hal itu merujuk firman Allah Ta’ala,artinya, “،K dan jangan kamu menanyakan tentang mereka (pemuda-pemuda itu) kepada seorang pun di antara mereka.” (Al-Kahfi: 22).
Sumber: Qishash al Anbiya،¦, Syaikh Abdur Rahman bin Nashir as-Sa،¦di, kisah no 33 dan 34. (Abu Hilmi)
Teks Link Sahabat
INFO LOMBA
Dunia Komputer dan Internet








