Harry Potter - Golden Snitch
Adsense Indonesia Adsense Indonesia Adsense Indonesia Adsense Indonesia
Tampilkan postingan dengan label bidadari surga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bidadari surga. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Januari 2011

ISTRI-ISTRI SURGA


Bagaimana Keadaan Seorang Istri di Surga
Adapun jika seorang wanita meninggal sebelum dia sempat menikah dengan seorang laki-laki maka Allah lah yang menikahkannya kelak di surga dengan seorang lelaki dunia, sebagaimana sabda Rasulullah saw,”Tidaklah ada di surga seorang bujang.” (HR. Muslim). Syeikh Ibnu Utsaimin mengatakan bahwa jika seorang wanita belum menikah di dunia maka Allah swt yang menikahkannya dengan seseorang yang menyedapkan pandangan matanya di surga. Kenikmatan di surga tidaklah terbatas untuk kaum laki-laki akan tetapi untuk kaum laki-laki dan wanita dan diantara kenikmatan itu adalah pernikahan. Demikian halnya dengan seorang wanita yang meninggal dalam keadaan sudah dicerai.
Demikian pula terhadap seorang wanita yang suaminya tidak masuk surga, Syeikh Ibnu Utsaimin mengatakan bahwa seorang wanita yang masuk surga dan belum menikah atau suaminya tidak termasuk kedalam ahli surga maka jika wanita itu masuk surga dan di surga terdapat lelaki dunia yang belum menikah maka seorang dari merekalah yang menikahinya.
Adapun seorang wanita yang meninggal setelah menikah dan dia termasuk ahli surga maka di surga dia akan bersama suaminya yang menikahinya saat meninggalnya.
Adapun seorang wanita yang ditinggal suaminya terlebih dahulu kemudian ia tidak menikah lagi setelahnya hingga dia meninggal dunia maka wanita itu akan menjadi istrinya di surga.
Adapun seorang wanita yang ditinggal suaminya terlebih dahulu kemudian ia menikah lagi setelah itu maka wanita itu menjadi istri bagi suaminya yang terakhir walaupun wanita itu pernah menikah dengan beberapa laki-laki, sebagaimana sabda Rasulullah saw,”Seorang istri untuk suaminya yang terakhir.” (Silsilatu al Ahadits ash Shahihah Lil Albani) dan perkataan Hudzaifah kepada istrinya,”Jika engkau mau menjadi istriku di surga maka janganlah engkau menikah sepeninggalku. Sesungguhnya seorang istri di surga adalah untuk suaminya yang terakhir di dunia. Karena itu Allah swt mengharamkan istri-istri Nabi untuk menikah sepeninggal beliau saw karena mereka adalah istri-istrinya saw di surga.” (http://forum.islamstory.com)
Bidadari Surga
"Dan (di dalam surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli, laksana mutiara yang tersimpan baik, sebagai balasan bagi apa yang telah mereka kerjakan." (QS. Al-Waaqi'ah [56] : 22-24). Sebuah kehidupan di Jannah yang penuh dengan kenikmatan yang tiada tara. Air yang terpancar dari mata air Kafur, Tsanim, dan Salsabil serta sungai-sungai yang mengalirkan air susu. Kemudian, para gadis yang elok nan rupawan berdiam diri di dalam istana-istana surga, mereka tak kan pernah keluar melainkan menunggu para calon suaminya yang beriman ketika di dunia.
Kecantikan, keindahan tubuh, keanggunan, dan segala kelebihan yang dimilikinya tak bisa dilukiskan dengan kata-kata, tak mampu untuk digambarkan dengan pena-pena kita. Gadis perawan itu terjaga kesuciannya, tak pernah tersentuh oleh tangan-tangan, jahil baik dari kalangan manusia maupun jin. Mereka adalah para wanita surga atau yang lebih kita kenal dengan nama BIDADARI.
Demikianlah gambaran yang terlintas di benak kita, sekilas mengenai bidadari dan keindahan surga. Untuk selebihnya, wallahu a'lam. Gambaran tentang surga dan neraka, malaikat dan bidadari, merupakan sesuatu yang termasuk ke dalam perkara ghaibiah. Kita mengimaninya berdasarkan informasi yang diberikan melalui firman Allah dan sabda RasulNya.
***
Karakteristik Sang Bidadari
Mengenai bidadari itu sendiri, kita mengetahuinya sesuai dengan yang diinformasikan oleh Al-Qur'an dan As-Sunnah. Di antara kabar itu, adalah karakter sang bidadari, inilah karakter yang dimiliki oleh wanita surga itu, yakni Cantik dan Berakhlak baik. Sekali lagi, siapa pun tak dapat menggambarkan kecantikannya. Jangankan untuk itu, sekadar mengkhayalkannya saja kita tak berdaya. Namun kecantikan dan keindahan bentuk tubuhnya, Allah berfirman, "Seakan-akan bidadari itu permata yaqut dan marjan." (QS. Ar-Rahmaan [55] : 58). "Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik." (QS. Ar-Rahmaan [55] : 70). "(Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih dipingit di dalam rumah." (QS. Ar-Rahmaan [55] : 72). Ath-Thabrani meriwayatkan dalam kitab Mujamnya dari Ummu Salamah, dia berkata, "Wahai Rasulullah, tolong terangkan kepadaku tentang firman Allah : Huurun 'iin." Rasulullah berkata,"Huurun 'iin artinya mata yang indah dan jeli." Aku berkata lagi, "Wahai Rasulullah, tolong terangkan kepadaku tentang firmanNya : Kaamtsaalil lu'lu'il maknun." Rasulullah berkata, "Artinya bersih sebersih mutiara yang tak pernah disentuh tangan." Aku berkata lagi, "Wahai Rasulullah, tolong terangkan kepadaku tentang firmanNya : Fii hinna khairaat hisaan."
Bidadari Surga

Rasulullah berkata, "Baik akhlaknya dan cantik wajahnya." Aku berkata lagi, "Tolong terangkan kepadaku tentang firmanNya : Kaannahunna baidhun maknuun." Rasulullah berkata, "Kelembutan kulit mereka seperti kulit yang ada di bagian dalam kulit telur." Aku berkata lagi, "Wahai Rasulullah, tolong terangkan kepadaku tentang firmanNya : Uruban atrooban." Rasulullah berkata, Mereka yang di dunia sudah tua renta, di surga menjadi gadis-gadis yang sebaya." (Hadits ini diriwayatkan oleh Thabrani, dari Bakar bin Sahl Ad-Dimyathi, dari Umar bin Hasyim Al-Hassan, dari Hasan, dari bapaknya, dari Ummu Salamah, dia berkata, "Aku mengingatnya."). Itulah gambaran tentang karakteristik dari bidadari surga. Di samping itu, juga ada karakteristik khusus yang tak dimiliki oleh wanita dunia, di antara karakteristik khusus wanita surga itu adalah :
"Suci dan disucikan," sebagaimana firman Allah SWT, "Dan untuk mereka di dalamnya ada istri-istri yang suci." (QS. Al-Baqarah [2] : 25). Mereka tidak memiliki sejumlah kotoran atau mengalami proses sekresi seperti halnya wanita dunia, misalnya haidh, nifas, buang air kecil atau buang air besar, ludah, dahak, peluh, serta kentut, baik yang berbunyi maupun tidak.
Penuh CINTA, dalil yang berkenaan dengan ini adalah firman Allah SWT dalam surat Al-Waaqi'ah [56] : 37, "Penuh cinta lagi sebaya umurnya."
Gadis ABADI, dalam surat An-Naba ayat 33, diterangkan maksud dari gadis-gadis remaja yang
sebaya adalah mereka tidak pernah mengenal uban atau tua, bahkan setiap pekan mereka
akan bertambah cantik dan menawan.
Tidak Mata Keranjang (QS. Ar-Rahmaan [55] : 56) dan hanya tinggal di dalam rumah. Inilah
yang seharusnya menjadi kaca perbandingan bagi setiap mu'minah, sang bidadari begitu extra
dalam menahan pandangan dan tidak pernah ke luar dari istananya.
Tubuhnya wangi dan bercahaya. Dalam riwayat Bukhari dalam Kitab Shahihnya, Rasulullah SAW bersabda, "Seandainya salah seorang dari wanita surga menampakkan diri ke bumi, niscaya akan bercahaya antara bumi dan langit dan niscaya antara bumi dan langit itu dipenuhi
dengan bau wangi. Tutup kepala wanita surga saja lebih baik daripada dunia dan segala isinya." (Diriwayatkan oleh Abu Bakar bin Abi Dunya).
Do'a bidadari untuk para suami mereka di dunia, dalam Kitab Maraasilnya, 'Ikrimah meriwayatkan, "Sesungguhnya para bidadari berdo'a untuk para suami mereka saat para suami mereka masih berada di dunia. Mereka berkata : Ya Allah, tolonglah dia dalam menjalankan agama, hadapkan dia dengan hatinya untuk taat kepadaMu, dan sampaikan dia kepada kami, demi kemuliaanMu, wahai Rabb Maha Penyayang di antara semua yang penyayang."
Subhanallah... Demikianlah karakteristik wanita surga itu. Untuk para wanita, seharusnyalah kita terbetik rasa iri dengan para bidadari tersebut, agar termotivasi untuk menjadi wanita
muslimah yang taat pada Allah dan RasulNya. Sekarang kalau sudah begitu, apa yang ada di
benakmu, wahai mukminah???

Bidadari Surga
Wanita Dunia Bisa Lebih Baik dari Bidadari Surga
Surga adalah hak asasi atas muslim yang beriman dan beramal shalih. Surga dipersembahkan khusus bagi hambaNya yang taat, baik dari kaum pria maupun wanita. Begitu pula dengan seorang wanita jika ia berniat untuk berhijrah menjadi seorang mukminah sejati. Perlombaan untuk menjadi lebih baik dibandingkan dengan makhluk Allah lainnya adalah hak asasinya sebagai seorang hamba.
Dengan melihat karakteristik sang bidadari, seharusnyalah hal tersebut menjadi cermin bagi setiap wanita dunia. Bidadari adalah makhluk yang tercipta mirip dengan bangsamu, wahai wanita, tapi ketahuilah engkau bisa lebih baik dan lebih mulia darinya, Insya Allah. Ingatlah firman Allah dalam surat At-Tiin ayat 4, "Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk sebaik-baiknya." Maka dari itu, berusahalah, berlombalah, dan bersegeralah dalam ketaatan kepada Allah SWT agar engkau lebih anggun daripadanya. Di antara jalan yang dapat ditempuh adalah MENJAGA KESUCIAN. Jagalah permatamu, wahai mukminah, janganlah kau umbar dan kau jual dengan harga yang murah, apalagi harga itu adalah harga duniawi yang kotor.
Milikilah rasa penuh cinta. Tumbuhkanlah cinta itu hanya kepada Allah serta mempersiapkan cintamu itu untuk seorang laki-laki yang akan menjadi suamimu atau telah sah menjadi suamimu. Janganlah terjerat dan terperangkap dengan rayuan gombal dan cinta buta, sebab hal itu hanya akan menggoreskan luka di hatimu.
Jagalah dan tundukkanlah pandanganmu, karena wanita dunia yang menyakiti suaminya dengan memandang pria lain (sekalipun terpaksa), merupakan wanita yang memiliki kekurangan dan kehinaan dalam dirinya. Maka pantaslah jika suaminya (yang shaleh) akan direbut oleh para bidadari surgawi.
Referensi :
1. Ukhti Al-Muslimah Sabiiluki ilal Jannah. Karya Itisham Ahmad Sharraf, Daar Al-I'tisham.
2. Ensiklopedia Surga, Karya Mahir Ahmad Ash-shufi, Pustaka Azzam.
3. Mu'minah, No. 8 Tahun I, 2006.
[ Indriani Budi Astuti - kotasantri.com ]
3 / 3
baca selengkapnya »»

Rabu, 22 Desember 2010

CINTA MENURUT ISLAM



Menurut Imam Al-Ghazali di dalam bukunya Kimia as-Sa’adah (Rahsaia Kebahagiaan) mendefinisikan cinta sebagai suatu kecenderungan yang membawa kepada perasaan yang menyenangkan. Ia adalah tarikan pemikiran, kesudian dan kecenderungan kepada yang disukai.Ibnu Qayyim Al-Jauziyah pula menanggapi cinta sebagai sesuatu yang suci, tenang, utuh dan mengasyikkan. Beliau juga mendefinisikan cinta sebagai gejolak perasaan yang muncul apabila orang bercinta merasa amat rindu dan terkenang-kenangkan yang dicintainya.Pendapat Ibnu Hazm pula aku rasa yang paling best sekali. Di dalam bukunya yang bertajuk The Ring of the Doves, sebuah epik percintaan yang tulen, menyatakan bahawa realiti percintaan hanya boleh difahami melalui pengalaman peribadi. Menurutnya lagi cinta tidak pernah dinafikan dalam agama, mahupun dalam undang-undang. Kehadirannya diiktiraf oleh seluruh manusia dan Tuhan. Cuma yang menjadi perhitungan adalah pengamal cinta tersebut, adakah berlandaskan hukum Tuhan, atau semata-mata menurut hawa nafsu sahaja. Betulnya cinta terletak pada cara dan perlaksanaannya. Beliau mendefinisikan cinta sebagai kesatuan di antara dua jiwa yang sebelum ini terpisah di alam dunia.
Tambah beliau lagi, cinta adalah penyatuan kepada roh-roh yang terpisah di alam nyata. Ia adalah penyatuan kepada roh-roh yang terpisah di alam nyata. Ia adalah penyatuan yang dipengaruhi oleh unsur-unsur kewujudan yang agung.
Pendapatku tentang definisi CINTA.
Dalam Al-Quran banyak menyebut tentang cinta. Allah s.w.t telah meyeru kepada kita untuk membuktikan cinta kita pada-Nya maka ikutlah segala sunnah Rasulullah s.a.w dan ajaran-ajaran yang disampaikan oleh Kekasih-Nya iaitu Nabi Muhammad s.a.w.
Firman Allah s.w.t:- Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(Ayat 31 : Surah Ali’Imraan)
Bagiku cinta itu sangat luas definisinya dan dalam maksudnya. Tidak dapat diterjemahkan secara literal mahupun istilah semata-mata. Ianya hanya dapat diterjemahkan melalui pengalaman individu itu tersendiri. Cuma di mana hendak kita letakkan batasannya dan cara pengawalannyaMudah sahaja jawapannya, banyakkan berdiskusi dengan pelbagai jenis orang seperti alim ulama, ibu bapa dan juga kawan-kawan yang dah ada pengalaman. Kawan-kawan yang jenis warak sudah pasti berbeza dengan pandangan mereka yang mengambil ringan batasan-batasan yang dibimbing oleh agama. Tapi tidak kira sesiapa pun yang beri pandangan ianya memang sangat-sangat berguna untuk dijadikan pedoman dan sempadan. Cinta bagiku suatu perasaan yang sangat-sangat mendalam, asyik, rindu, resah, gelisah, rasa tanggung jawab, sayang, kasih pada orang yang kita sayangi dan cintai. Zina itu kan luas aplikasinya. Bukan setakat hubungan seks bebas tetapi juga ada zina mata, zina hati dan anggota badan yang lain. Bagiku cinta sebelum kahwin hanyalah untuk Allah s.w.t, Rasul, Ibu Bapa, Ahli Keluarga, diri sendiri dan buku-buku atau ilmu. Hati sentiasa akan gelisah jika tak laksanakan segala apa yang dicintai inginkan.Sayang, kasih dan cinta berbeza darjatnya bagiku. Sayang dan kasih ni hanya bersifat luaran atau surface dan tak sedalam cinta. Sayang ni terlalu umum sifatnya. Bila kita dah mula sayang padanya (wanita itu) ianya hanya sekadar mukadimah kepada cinta yang akan teruji oleh masa dan keadaan.
Sifat-sifat cinta…
Cinta itu sendiri bersifat solid dan utuh. Tidak akan goyah diuji oleh masa dan keadaan. Contohnya:- Macam hubungan cinta antara ibu dan anak. Kalau kita ada masalah atau sakit si ibu pun boleh rasa sakit atau termimpi-mimpi pada kita. Kalau kita teringat pada ibu kita tiba-tiba ibu kita telefon kita. Perasaan cinta ini akan mewujudkan komunikasi cara telepati (hubungan hati atau deria keenam).
Pada pendapatku, bila kita dah mula suka pada seseorang wanita itu, berdoalah banyak-banyak pada Allah s..w.t dan buat solat istiharah supaya dipermudahkan jalan untuk mengenali dirinya dan doa pada Allah supaya rasa suka dan sayang yang mula wujud itu tidak terseleweng oleh tipu daya syaitan. Tapi kalau korang boleh elak untuk rasa suka dan sayang pada wanita bukan muhrim sebelum kahwin itu memang-memang sangat-sangat hebat.
(Bukhari : no. 1772, Muslim : no. 2485)

Jika kita inginkan wanita solehah sebagai pasangan hidup, senang sahaja, kita kena mulakan ubah diri kita ke arah kebaikan terlebih dahulu. Kita dulu kena jadi orang yang soleh.

Penutup
Pada awalnya hendak ulas ringkas sahaja. Tapi dah jadi banyak dan panjang pula. Artikel tentang cinta ini aku tutup dengan Doa Khas untuk mereka-mereka yang sedang berkasih sayang atau pun bercinta…
Ya Allah,… Jika aku jatuh cinta, cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu, agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.
Ya Muhaimin,… Jika aku jatuh cinta, jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku pada-Mu
Ya Allah,… Jika aku jatuh hati, izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu, agar aku tidak terjatuh dalam jurang cinta insane yang tidak menyintai-Mu.
Ya Rabbana,… Jika aku jatuh hati, jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling pada hati-Mu.
Ya Rabbul Izzati,… Jika aku rindu, rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid di jalan-Mu.
Ya Allah,… Jika aku rindu, jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku merindukan syurga-Mu.
Ya Allah,… Jika aku menikmati cinta kekasih-Mu, janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhir-Mu.
Ya Allah,… Jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu, jangan biarkan aku bertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia kepada-Mu.
Ya Allah,… Jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu, jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu.
Ya Allah…. Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu, telah berjumpa pada taat pada-Mu, telah bersatu dalam dakwah pada-Mu, telah berpadu dalam membela syariat-Mu.

Kukuhkanlah Ya Allah ikatannya. Kekalkanlah cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan nur-Mu yang tiada pernah pudar. Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu….
Amien Ya Robb… Amien Ya Robbal ‘Alamien….
baca selengkapnya »»

Senin, 22 Maret 2010

bidadari surga




Bagaimana Keadaan Seorang Istri di Surga
Adapun jika seorang wanita meninggal sebelum dia sempat menikah dengan seorang laki-laki maka Allah lah yang menikahkannya kelak di surga dengan seorang lelaki dunia, sebagaimana sabda Rasulullah saw,”Tidaklah ada di surga seorang bujang.” (HR. Muslim). Syeikh Ibnu Utsaimin mengatakan bahwa jika seorang wanita belum menikah di dunia maka Allah swt yang menikahkannya dengan seseorang yang menyedapkan pandangan matanya di surga. Kenikmatan di surga tidaklah terbatas untuk kaum laki-laki akan tetapi untuk kaum laki-laki dan wanita dan diantara kenikmatan itu adalah pernikahan. Demikian halnya dengan seorang wanita yang meninggal dalam keadaan sudah dicerai.
Demikian pula terhadap seorang wanita yang suaminya tidak masuk surga, Syeikh Ibnu Utsaimin mengatakan bahwa seorang wanita yang masuk surga dan belum menikah atau suaminya tidak termasuk kedalam ahli surga maka jika wanita itu masuk surga dan di surga terdapat lelaki dunia yang belum menikah maka seorang dari merekalah yang menikahinya.
Adapun seorang wanita yang meninggal setelah menikah dan dia termasuk ahli surga maka di surga dia akan bersama suaminya yang menikahinya saat meninggalnya.
Adapun seorang wanita yang ditinggal suaminya terlebih dahulu kemudian ia tidak menikah lagi setelahnya hingga dia meninggal dunia maka wanita itu akan menjadi istrinya di surga.
Adapun seorang wanita yang ditinggal suaminya terlebih dahulu kemudian ia menikah lagi setelah itu maka wanita itu menjadi istri bagi suaminya yang terakhir walaupun wanita itu pernah menikah dengan beberapa laki-laki, sebagaimana sabda Rasulullah saw,”Seorang istri untuk suaminya yang terakhir.” (Silsilatu al Ahadits ash Shahihah Lil Albani) dan perkataan Hudzaifah kepada istrinya,”Jika engkau mau menjadi istriku di surga maka janganlah engkau menikah sepeninggalku. Sesungguhnya seorang istri di surga adalah untuk suaminya yang terakhir di dunia. Karena itu Allah swt mengharamkan istri-istri Nabi untuk kmenikah sepeninggal beliau saw karena mereka adalah istri-istrinya saw di surga.” (http://forum.islamstory.com)
Bidadari Surga
Written by
Wednesday, 28 January 2009 21:38 - Last Updated Sunday, 01 February 2009 09:13
"Dan (di dalam surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli, laksana mutiara yang
tersimpan baik, sebagai balasan bagi apa yang telah mereka kerjakan." (QS. Al-Waaqi'ah [56] :
22-24).
Sebuah kehidupan di Jannah yang penuh dengan kenikmatan yang tiada tara. Air yang
terpancar dari mata air Kafur, Tsanim, dan Salsabil serta sungai-sungai yang mengalirkan air
susu. Kemudian, para gadis yang elok nan rupawan berdiam diri di dalam istana-istana surga,
mereka tak kan pernah keluar melainkan menunggu para calon suaminya yang beriman ketika
di dunia.
Kecantikan, keindahan tubuh, keanggunan, dan segala kelebihan yang dimilikinya tak bisa
dilukiskan dengan kata-kata, tak mampu untuk digambarkan dengan pena-pena kita. Gadis
perawan itu terjaga kesuciannya, tak pernah tersentuh oleh tangan-tangan, jahil baik dari
kalangan manusia maupun jin. Mereka adalah para wanita surga atau yang lebih kita kenal
dengan nama BIDADARI.
Demikianlah gambaran yang terlintas di benak kita, sekilas mengenai bidadari dan keindahan
surga. Untuk selebihnya, wallahu a'lam. Gambaran tentang surga dan neraka, malaikat dan
bidadari, merupakan sesuatu yang termasuk ke dalam perkara ghaibiah. Kita mengimaninya
berdasarkan informasi yang diberikan melalui firman Allah dan sabda RasulNya.
***
Karakteristik Sang Bidadari
Mengenai bidadari itu sendiri, kita mengetahuinya sesuai dengan yang diinformasikan oleh
Al-Qur'an dan As-Sunnah. Di antara kabar itu, adalah karakter sang bidadari, inilah karakter
yang dimiliki oleh wanita surga itu, yakni Cantik dan Berakhlak baik.
Sekali lagi, siapa pun tak dapat menggambarkan kecantikannya. Jangankan untuk itu, sekadar
mengkhayalkannya saja kita tak berdaya. Namun kecantikan dan keindahan bentuk tubuhnya,
Allah berfirman, "Seakan-akan bidadari itu permata yaqut dan marjan." (QS. Ar-Rahmaan [55] :
58).
"Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik." (QS.
Ar-Rahmaan [55] : 70).
"(Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih dipingit di dalam rumah." (QS. Ar-Rahmaan [55] :
72).
Ath-Thabrani meriwayatkan dalam kitab Mujamnya dari Ummu Salamah, dia berkata, "Wahai
Rasulullah, tolong terangkan kepadaku tentang firman Allah : Huurun 'iin." Rasulullah berkata,
"Huurun 'iin artinya mata yang indah dan jeli." Aku berkata lagi, "Wahai Rasulullah, tolong
terangkan kepadaku tentang firmanNya : Kaamtsaalil lu'lu'il maknun." Rasulullah berkata,
"Artinya bersih sebersih mutiara yang tak pernah disentuh tangan." Aku berkata lagi, "Wahai
Rasulullah, tolong terangkan kepadaku tentang firmanNya : Fii hinna khairaat hisaan."
1 / 3
Bidadari Surga
Written by
Wednesday, 28 January 2009 21:38 - Last Updated Sunday, 01 February 2009 09:13
Rasulullah berkata, "Baik akhlaknya dan cantik wajahnya." Aku berkata lagi, "Tolong terangkan
kepadaku tentang firmanNya : Kaannahunna baidhun maknuun." Rasulullah berkata,
"Kelembutan kulit mereka seperti kulit yang ada di bagian dalam kulit telur." Aku berkata lagi,
"Wahai Rasulullah, tolong terangkan kepadaku tentang firmanNya : Uruban atrooban."
Rasulullah berkata, Mereka yang di dunia sudah tua renta, di surga menjadi gadis-gadis yang
sebaya." (Hadits ini diriwayatkan oleh Thabrani, dari Bakar bin Sahl Ad-Dimyathi, dari Umar bin
Hasyim Al-Hassan, dari Hasan, dari bapaknya, dari Ummu Salamah, dia berkata, "Aku
mengingatnya.").
Itulah gambaran tentang karakteristik dari bidadari surga. Di samping itu, juga ada karakteristik
khusus yang tak dimiliki oleh wanita dunia, di antara karakteristik khusus wanita surga itu
adalah :
"Suci dan disucikan," sebagaimana firman Allah SWT, "Dan untuk mereka di dalamnya ada
istri-istri yang suci." (QS. Al-Baqarah [2] : 25). Mereka tidak memiliki sejumlah kotoran atau
mengalami proses sekresi seperti halnya wanita dunia, misalnya haidh, nifas, buang air kecil
atau buang air besar, ludah, dahak, peluh, serta kentut, baik yang berbunyi maupun tidak.
Penuh CINTA, dalil yang berkenaan dengan ini adalah firman Allah SWT dalam surat
Al-Waaqi'ah [56] : 37, "Penuh cinta lagi sebaya umurnya."
Gadis ABADI, dalam surat An-Naba ayat 33, diterangkan maksud dari gadis-gadis remaja yang
sebaya adalah mereka tidak pernah mengenal uban atau tua, bahkan setiap pekan mereka
akan bertambah cantik dan menawan.
Tidak Mata Keranjang (QS. Ar-Rahmaan [55] : 56) dan hanya tinggal di dalam rumah. Inilah
yang seharusnya menjadi kaca perbandingan bagi setiap mu'minah, sang bidadari begitu extra
dalam menahan pandangan dan tidak pernah ke luar dari istananya.
Tubuhnya wangi dan bercahaya. Dalam riwayat Bukhari dalam Kitab Shahihnya, Rasulullah
SAW bersabda, "Seandainya salah seorang dari wanita surga menampakkan diri ke bumi,
niscaya akan bercahaya antara bumi dan langit dan niscaya antara bumi dan langit itu dipenuhi
dengan bau wangi. Tutup kepala wanita surga saja lebih baik daripada dunia dan segala
isinya." (Diriwayatkan oleh Abu Bakar bin Abi Dunya).
Do'a bidadari untuk para suami mereka di dunia, dalam Kitab Maraasilnya, 'Ikrimah
meriwayatkan, "Sesungguhnya para bidadari berdo'a untuk para suami mereka saat para suami
mereka masih berada di dunia. Mereka berkata : Ya Allah, tolonglah dia dalam menjalankan
agama, hadapkan dia dengan hatinya untuk taat kepadaMu, dan sampaikan dia kepada kami,
demi kemuliaanMu, wahai Rabb Maha Penyayang di antara semua yang penyayang."
Subhanallah... Demikianlah karakteristik wanita surga itu. Untuk para wanita, seharusnyalah
kita terbetik rasa iri dengan para bidadari tersebut, agar termotivasi untuk menjadi wanita
muslimah yang taat pada Allah dan RasulNya. Sekarang kalau sudah begitu, apa yang ada di
benakmu, wahai mukminah???
Bidadari Surga
Written by
Wednesday, 28 January 2009 21:38 - Last Updated Sunday, 01 February 2009 09:13
***
Wanita Dunia Bisa Lebih Baik dari Bidadari Surga
Surga adalah hak asasi atas muslim yang beriman dan beramal shalih. Surga dipersembahkan
khusus bagi hambaNya yang taat, baik dari kaum pria maupun wanita. Begitu pula dengan
seorang wanita jika ia berniat untuk berhijrah menjadi seorang mukminah sejati. Perlombaan
untuk menjadi lebih baik dibandingkan dengan makhluk Allah lainnya adalah hak asasinya
sebagai seorang hamba.
Dengan melihat karakteristik sang bidadari, seharusnyalah hal tersebut menjadi cermin bagi
setiap wanita dunia. Bidadari adalah makhluk yang tercipta mirip dengan bangsamu, wahai
wanita, tapi ketahuilah engkau bisa lebih baik dan lebih mulia darinya, Insya Allah. Ingatlah
firman Allah dalam surat At-Tiin ayat 4, "Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia
dalam bentuk sebaik-baiknya."
Maka dari itu, berusahalah, berlombalah, dan bersegeralah dalam ketaatan kepada Allah SWT
agar engkau lebih anggun daripadanya. Di antara jalan yang dapat ditempuh adalah MENJAGA
KESUCIAN. Jagalah permatamu, wahai mukminah, janganlah kau umbar dan kau jual dengan
harga yang murah, apalagi harga itu adalah harga duniawi yang kotor.
Milikilah rasa penuh cinta. Tumbuhkanlah cinta itu hanya kepada Allah serta mempersiapkan
cintamu itu untuk seorang laki-laki yang akan menjadi suamimu atau telah sah menjadi
suamimu. Janganlah terjerat dan terperangkap dengan rayuan gombal dan cinta buta, sebab
hal itu hanya akan menggoreskan luka di hatimu.
Jagalah dan tundukkanlah pandanganmu, karena wanita dunia yang menyakiti suaminya
dengan memandang pria lain (sekalipun terpaksa), merupakan wanita yang memiliki
kekurangan dan kehinaan dalam dirinya. Maka pantaslah jika suaminya (yang shaleh) akan
direbut oleh para bidadari surgawi.
Referensi :
1. Ukhti Al-Muslimah Sabiiluki ilal Jannah. Karya Itisham Ahmad Sharraf, Daar Al-I'tisham.
2. Ensiklopedia Surga, Karya Mahir Ahmad Ash-shufi, Pustaka Azzam.
3. Mu'minah, No. 8 Tahun I, 2006.
[ Indriani Budi Astuti - kotasantri.com ]
baca selengkapnya »»
/

Banner Link Sahabat